Beranda Politik Mengenal Sosok Humanis Melki Pote Hadi-Saatnya Pemuda Berpolitik (3)

Mengenal Sosok Humanis Melki Pote Hadi-Saatnya Pemuda Berpolitik (3)

140
0

KUPANG, Ranaka-news.com –  Politik adalah cara untuk menguatkan, mempersatukan, dan berjuang melunasi janji-janji kemerdekaan Republik ini. Politik juga merupakan alat paling efektif untuk membuat sebuah perubahan dan kemajuan bagi daerah ini.

Bagaimana dengan peran yang dilakukan pemuda-pemudi saat ini untuk ambil bagian dari perubahan? Faktanya adalah minimnya partisipan muda-mudi I untuk ambil bagian dari perubahan melalui Era Politik saat ini. NTT butuh pemuda yang mampu membuat perubahan di daerah ini dan tidak hanya mendambakan perubahan itu.

“beri aku 10.000 ribu orang tua, maka akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 orang pemuda, maka akan ku guncang dunia” itulah sekiranya yang diucapkan bung karno kepada Indonesia. Pentingnya peran seorang pemuda dalam perubahan untuk Indonesia.

Peran dari para pemuda ini juga bisa menjadi sebuah pembaharuan untuk daerah ini. Kenyataannya saat ini adalah banyaknya sikap para pemuda yang apatis terhadap politik .
Politik adalah hal yang tidak bisa terlepas dari kehidupan bermasyarakat.

Kepercayaan masyarakat berkurang pada lembaga politik yang ada di bangsa ini yang disebabkan pudarnya nasionalisme dan profesionalisme yang ada pada tubuh birokrasi di Indonesia.
Jika kita lihat secara saksama, susunan birokrasi yang kini dipenuhi oleh golongan tua dan minimnya peran pemuda disana.

Kapan pemuda seperti Sultan Syahrir muncul kembali jika tidak diberi kesempatan? Banyak anggapan dunia politik itu kotor,ganas, dan jauh dari kata baik. Nilai-nilai kebaikan yang dihasilkan dari politik kian memudar dan tidak terlepas dari menurunnya kepercayaan masyarakat.

Disinilah dibutuhkan sosok yang dapat membuka gerbang kesempatan untuk golongan muda berkarya, bersuara, berperan dalam perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik tentunya.

Urgensi terhadap regenerasi politik, seyogyanya bukan sekadar regenerasi terhadap usia generasi, tapi juga dalam bentuk pemikiran, visi dan pandangan, nilai-nilai utama kepemimpinan, demokrasi, kesetaraan.

Kaum Pemuda memiliki kesempatan yang besar untuk meningkatkan partisipasi politiknya. Secara umum pihak pelaksana wewenang penyelenggaraan pemilu, secara utuh tunduk pada aturan teknis yang berlaku.

Kepentingan elit politik yang secara langsung terlibat dalam penyelenggaraan aktivitas politik, lebih mementingkan kepentingan golongan dan terkesan menghambat keterlibatan pemuda dengan ideologi yang dibawa.

Realita tersebut cukup menghambat bagi kaum pemuda untuk menembus tirani yang telah terbangun oleh kepentingan oknum elit politik yang telah lebih dahulu menguasai aktivitas politik secara menyeluruh.

Salah satu tujuan politik Melki Pote Hadi, ketika kelak dipercayakan Tuhan melalui suara dan dukungan masyarakat, ingin mendorong pemerintah untuk patuh dan taat pada amanat konstitusi kita yang ada dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 49 ayat 1.

Sejauh ini masalah pendidikan masih menjadi persoalan yang besar dan krusial bagi bangsa Indonesia. Berbagai daerah tidak konsisten menerapkan peraturan yang ada. Melki telah berjuang dan bersuara sejak masih mahasiswa, mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Melki ingin berjuang bersama rakyat, menjaga uang rakyat, mengawal pemerintahan agar bersih dan jauh dari praktek korupsi, melawan intoleransi serta memaksimalkan potensi masyarakat dan daerah untuk kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat. (*/dure)