Beranda Politik Mengenal Sosok Humanis Melki Pote Hadi-Pandangan Balutan Budaya Sumba (4)

Mengenal Sosok Humanis Melki Pote Hadi-Pandangan Balutan Budaya Sumba (4)

158
0

KUOANG, Ranaka-news.com – Pemuda sebagai generasi penerus bangsa seharusnya bisa diandalkan oleh pemerintah dan daerahnya, Namun saat Ini pemuda mulai meninggalkan budaya daerahnya karena pengaruh moderenisasi yang telah menggerus kepekaan akan rasa cintanya terhadap kebudayaan.

Perlu adanya regenerasi dan pembenahan karakteristik pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang mampu mengangkat nilai-nilai budaya sebagai puncak budaya nasional. Seperti halnya, Budaya Sumba saat ini telah banyak ditinggalkan nilai-nilai kebudayaanya.

Namun tidak semua generasi muda menyadari pentingnya memelihara nilai tradisi dari sisi kebudayaan sumba. Menjaga nilai budaya sangat identik dengan perkembangan kesenian. Perkembangan budaya pun sangat dipengaruhi juga dengan generasi muda yang menjadi agen perkembangannya.

Saat ini sangat sulit menjaga nilai nilai tradisi yang ada karena pengaruh modernisasi yang sangat cepat penyebarannya. Yang sangat dikhawatirkan saat ini adalah generasi muda pun tidak mengetahui nilai nilai budaya yang banyak mengandung pola tatanan kehidupan yang bisa menjaga keberlangsungan kehidupan dengan sejahtera.

Jika melihat nilai nilai tradisi dari kebudayaan sumba sangat besar pengaruhnya terhadap pembangunan. Kepekaan generasi sekarang terhadap budaya hilang akibat pengaruh orang tua yang tidak mengajarkan nilai-nilai tradisi dari budayanya sehingga generasi sekarang tidak mengetahui nilai besar apa yang terkandung dari budaya sumba.

Memang dalam perkembangannya budaya sumba telah jauh ditinggalkan oleh para generasi muda, karena terkesan kuno kampungan dan lainnya. Padahal hal yang dianggap kuno dan kampungan tersebutlah yang bisa menopang pola tatanan kehidupan yang bisa membangun karakteristik bangsa yang dapat diandalkan.

Budaya sumba memang untuk saat ini sudah menunjukan perkembangannya dengan diangkatnya ranah kesenian tradisi. seperti yang dilakukan di Kupang dengan sanggar sanggar yang ada.

Ketika pengaruh kesenian dapat memunculkan rasa ketertarikan generasi muda terhadap kebudayaan sumba. Maka, pengembangan kesenian sebagai salah satu daya tarik perlu dikembangkan sehingga menjadikan salah satu faktor pembentukan karakter generasi muda yang cinta akan budaya dan tradisinya. Sekarang ini kesenian telah menduduki status krisis yang hampir punah dan mulai ditinggalkan oleh para penerusnya.

Seperti Kesenian Karinding sudah terangkat dan menjadi konsumsi masyarakat. Karinding dapat hidup kembali dan identitas budaya sumba dapat terangkat. Sekarang kita dapat melihat salah satu pengaruh dari perkembangan kesenian sumba yang tarian Kataga dll. Selain itu juga saat ini banyak identitas budaya sumba yang mulai digunakan oleh generasi muda yang mulai menggunakan pakaian adat sebagai salah satu ciri khas budaya sumba.

Namun demikian ketika kebudayaan ini mulai terangkat, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kaidah budaya yang sesungguhnya. Ketika budaya barat yang dikenal dengan kebebasannya menjadikan budaya sumba hanya sebagai topeng saja dalam pelaksanaanya.

Pengaruh budaya barat sangat kuat mengikis nilai budaya sumba yang ada saat Ini lalu menjadi kedok saja. Sedangkan adat kebiasaannya masih menggunakan budaya asing, jika melihat hal itu ada sisi baiknya yaitu sumba sudah terangkat dan juga bisa berjalan dan bangkit dalam segi perkembangannya. Namun para generasi muda tidak memiliki karakteristik yang menunjukan jiwa kesumbaan.

Sekarang jika melihat pengaruh beberapa tarian yang mampu memotivasi generasi muda menjadi memiliki identitas budayanya. Maka dari itu faktor kesenian dapat digunakan sebagai alat pembelajaran dan pembentukan karakteristik generasi muda sesuai dengan nilai-nilai budaya sumba.

Jika melihat hal itu selain menjaga kelestarian kesenian juga dapat membangun sebuah karakteristik yang bernafaskan budaya. Kesenian dapat dijadikan untuk melembutkan budi pekerti, dan itu adalah karakter yang harus dipertahankan. Dalam kesenian sumbapun banyak etika estetika yang mampu mengembangkan pola pikir dan pola pembentukan karakter.

Kesenian sumba yang ada ditahap krisis keberlangsungannya. Jika dari jumlah sebanyak itu memberikan satu nilai postif yang bisa di kembangkan maka akan banyak nilai positif yang mampu menjadikannya sebagai pelajaran kehidupan untuk generasi muda yang nanti akan memimpin dan membangun Sumba yang lebih baik.

Kesenian itu identik dengan pola kreativitas yang menggunakan otak kanan sebagai dasar pemikirannya. Sehingga daya kreasi dan inovasi generasi muda dapat terus mempertahankan eksistensi kebudayaan sumba yang bisa tetap terjaga.

Generasi muda yang identik dengan hal-hal yang dikatakan inovatif dan kreatif menjadikan generasi muda sumba lebih unggul. Generasi muda mampu bersaing dalam arus globalisasi tanpa kehilangan patokan kehidupan dan tetap menjaga nilai nilai Budaya terutama budaya sumba.

Seiring dengan kemajuan zaman harus ada nilai budaya yang tetap dipertahankan dengan menjaga eksistensi budaya sumba yang bisa diterima oleh generasi muda. Penyesuaian perkembangan budaya dan zaman harus senantiasa diselaraskan, dengan mengkolaborasikan budaya tradisi dengan budaya populer.

Ketika semua sudah bisa terkombinasikan mulailah memberi pemahaman yang lebih tentang kebudayaan sumba. Karena para generasi muda sudah masuk ke ranah budaya yang mana suda tertanam pemahaman kebudayaannya. Maka dari itu budaya itu adalah satu faktor pendukung kemajuan bangsa.

Budaya selain identik dengan kesenian. Identik pula dengan bahasa daerahnya yaitu sumba sehingga pengaruh bahasa sangat bisa diandalkan. Saat Ini masyarakat sumba sudah jarang mengunakan bahasa daerahnya dan tergantikan oleh bahasa nasional.  Ketika bahasa daerah sumba sudah jarang digunakan maka budaya sumba pun mulai kehilangan wujudnya.

Sekarang mulai banyak orang tua yang mengajarkan anaknya dengan bahasa Indonesia, dengan alasan merasa malu menggunakan bahasa sumba yang dapat dikatakan kampungan. Namun jika hal demikian terus berlanjut maka generasi muda masa depan sudah tidak menggunakan bahasa sumba.

Bahasa sumba yang sudah digunakan selama berabad- abad lamanya membuktikan eksistensi bahasa sumba sudah tahan uji oleh masa yang lama. Namun sekarang mulai kehilangan karena pengaruh budaya asing yang sangat gencar. Menurut penelitian kemampuan menguasai bahasa yang lebih dari satu bahasa sangat berpengaruh terhadap kecerdasan.

Jika sekarang sudah banyak orang yang menguasai bahasa asing. Akan lebih bagus penguasaannya dengan bahasa daerah. Namun sangat disayangkan ketika hanya menguasai satu bahasa nasional saja akan ada suatu ketimpangan sosial pada generasi muda yang tidak menguasai bahasa daerah.

Peran serta keluarga khususnya sosok ibu dalam memberikan pola didikan yang sesuai dengan kaidah kaidah kebudayaan yang baik dan benar sangat penting adanya untuk membangun nilai-nilai budaya yang bisa terus dikembangkan. Memang budaya memiliki banyak unsur tapi unsur yang paling vital dan bisa berpengaruh ada dalam bahasa dan keseniannya.(*-melki pote hadi)