Beranda Health IKABELA Berikan Pengobatan Gratis Bagi Warga Lamalera

IKABELA Berikan Pengobatan Gratis Bagi Warga Lamalera

246
0

Lamalera, Ranaka-news.com – Ikatan Keluarga Besar Lamalera (IKABELA) Kupang kembali melakukan Baksos (Bakti Sosial) berupa pengobatan gratis bagi warga Lamalera 14-15 Juni 2018. Kegiatan Baksos sebelumnya dilakukan tanggal 1-3 Mei 2015 di Lamalera yang terkenal dengan aktraksi budaya penangkapan Ikan Paus.

Kali ini, warga Desa Lamalera A dan Lamalera B yang memperoleh pengobatan gratis dari 2 (dua) dokter putra Lamalera yakni dr Joanita Tukan dan dr Widhya Karyo Tukan dan dibantu kader posyandu di 2 desa tersebut.

Sebanyak 187 warga di lamalera A dan 118 Warga di Lamalera B dengan kisaran umur 6 bulan -80 tahun bersyukur dan berterima kasih karena peroleh pengobatan gratis dari IKABELA. Seperti Mama Franci Da Sion berusia 60 tahun yang menderita sakit hipertensi (tekanan darah tinggi).

“Kami bersyukur karena ada putra Lamalera yang mau kembali ke kampung untuk membagi berkatnya “, ucap Mama Franci Da Sion

Sebagai bentuk dukungan terhadap Kegiatan Baksos IKABELA, Pemda Lembata melalui Bupati dan Wakil Bupati dan Dinas Kesehatan menfasilitasi IKABELA dengan menyiapkan obat dan fasilitas kendaraan.

dr Joanita Tukan mewakili Ketua IKABELA mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemda Lembata, Dinkes Lembata, BPJS Kesehatan Kupang, PBF Kimia Farma, dr Lim Kuo Weij, dr Nina Keraf,Sp.PD dan TS IDI Cab Kupang.

“Terima kasih bagi dr Lim Kuo Weij atas sumbangan obat “, kata dr Joanita

Untuk diketahui, Minimnya Fasilitas Kesehatan (faskes) di Desa Lamalera hanya tersedia Pustu (puskesmas pembantu) dengan dukungan bidan sedangkan puskesmas terdekat berada di Kecamatan Wulandoni yang berjarak 3 km dan jarak dari desa Lamalera ke ibu kota Kab Lembata berjarak 53 km dengan waktu tempuh sekitar 3,5 Jam menggunakan transportasi bis.

“Warga juga meminta kami (IKABELA) untuk lebih sering melakukan kegiatan ini karena jalan masuk ke Lamalera sulit “, tandas dr Joanita Tukan.

Lanjut dr Joanita, “Akses dan transportasi menjadi salah satu kendala keterbatasan obat terlebih untuk pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi akibat dari konsumsi berlebihan dari warga Lamalera terhadap makanan yang diasinkan.

“Wilayah laut di Lamalera sebagai daerah yang terkenal dengan budaya penangkapan Ikan Paus ini, warga mengawetkan makanan lewat pengasinan maka banyak yang menderita hipertensi “, jelas dr Joanita menutup percakapan dengan beritaRanaka.com melalui pesan Whatsapp. (*/dure)