Beranda Hukum Kriminal Diduga Korupsi Bendahara dan Kasie Ketua TPK Hoi Ditahan

Diduga Korupsi Bendahara dan Kasie Ketua TPK Hoi Ditahan

387
0

SOE, Ranaka-news.com, – Penyidik Kejaksaan Negeri Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur akhirnya menahan Yustus Mnao Bendahara dan Elias Nome Kepala Seksi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Hoi Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan yang adalah ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Pembangunan Gedung Paud dan Posyandu yang anggarannya menggunakan dana desa tahun 2016.

Keduanya di tahan setelah terbukti turut berperan melakukan penyimpangan dalam pekerjaan pembangunan gedung Paud dan Posyandu di Desa Hoi menggunakan dana desa tahun 2016.

Dari total anggaran dana desa 1.500.035.000 negara telah dirugikan sebesar 157.386.000 dengan rincian, pekerjaan posyandu 80 juta rupiah sedangkan Paud 150 juta rupiah.

Terkait penahanan ini, Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan Fachrizal saat ditemui melalui Kasi Pidsus Khusnul Fuad mengatakan “ Dua pekerjaan yang dikerjakan di Desa Hoi harusnya di swadayakan bukan di kontrakan ke pihak ke tiga, namun nyatanya di kontrakan. Kemudian setelah memilih untuk dikerjakan oleh pihak ke tiga, harusnya Ketua Tim Pengelola Kegiatan harus mengontrakan ke pihak ke tiga bukan asal jadi dan tinggal di tandatangani saja serta pembayaran untuk pihak ketiga dilakukan tanpa melihat besar volume pekerjaan.” Ucap Khusnul

Masih menurut Kasi Pidsus Khusnul Fuad “Penyimpangan lain yang dilakukan ialah, kedua terdakwa bersama kepala desa Hoi melakukan pembayan kepada rekanan sebelum pekerjaan di kerjakan, itu kan salah dan tidak sesuai prosedur dan aturan yang berlaku” Pungkas Kasi Pidsus

Dari penyimpangan yang dilakukan, ke duanya didakwa telah melanggar primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Ditempat terpisah kuasa hukum Para tersangka Herry F.F. Battileo, SH., MH saat ditemui mengatakan “Sebagai Kuasa hukum, semua upaya hukum pasti akan ditempuh demi kepastian hukum bagi klien kami.” Pungkas Herry