Beranda Hukum Kriminal Berkas Perkara Pelaku Bom Ikan Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Pelaku Bom Ikan Dinyatakan Lengkap

255
0

KUPANG, Ranaka-news.com – Wakil Direktur Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara AKBP I Ketut Adnyana dalam sesi jumpa pers kepada wartawan menjelaskan tentang perkara tindak pidana penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di wilayah perairan Batu Hopong, Desa Huilelot, Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, tanggal 30 April 2019 yang ditangani Ditpolairud Polda NTT.

Penagkapan terjadi pada hari jumat tanggal 30 April 2019 sekitar Jam 11.15 Wita. Tim gabungan crew kapal KP. XXII-3001 dan unit Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT telah menerima laporan masyarakat tentang penangkapan ikan meggunakan bahan peledak di perairan Batu Hopong, Desa Huilelot. Dari hasil penangkapan tersebut pihak Ditpolairut telah menahan seorang pelaku. Pelaku saat ini masih dalam proses lebih lanjut oleh penyidik Ditpolairud Polda NTT berdasarkan laporan polisi nomor: LP/03/IV/2019/DITPOLAIRUD.

Tersangka berinisial YKB diduga melanggar pasal 84 ayat (1) JO pasal 8 ayat (1) Undang-Udang Nomor 45 tentang perubahan atas Undang-Undang 31 tahun 2004 tentang Perikan dengan ancaman hukuman Enam Tahun penjara.

Kronologis Kejadian:

Tersangka malakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak biaya murah untuk membuat bom ikan dengan hasil penangkapan ikan sangat banyak serta mendapatkan keuntungan pribadi. Akibat perbuatan tersangka di tangkap beserta barang bukti berupa 1 unit sampan , 1 buah dayung, 20 ekor ikan jenis Gergaheng dan satu jenis ikan jenis Bendera.

Oknum YKB ditetapkan sebagai tersangka menggunakan bom ikan sesuai hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap hasil penangkapan ikan.

Perkara tindak pidana dengan tersangka YKB sudah dinyatakan lengkap (P-21) oleh JPU Kajati NTT melalui surat Kejati NTT Nomor: B-1075/N.3.4/Eku.1/05/2019, Tanggal 20 Mei 2019 dan akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) pada hari Kamis, Tanggal 23 Mei 2019 di Kajati NTT U p Kejari Oelamasi. (Dian)

KOMENTAR ANDA?