Beranda Bisnis Setda Propinsi NTT Pimpin Operasi Pasar Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Setda Propinsi NTT Pimpin Operasi Pasar Menjelang Hari Raya Idul Fitri

454
0

KUPANG, Ranaka-news.com – Dalam rangka persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan khususnya Hari Raya Idul Fitri maka perlu ketersediaan stok barang, pengendalian harga dan langkah-langkah serta upaya yang dilakukan guna menstabilkan harga, mencegah penumpukkan barang di gudang yang berpengaruh terhadap aktifitas perekonomian di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk itu perlu dilakukan kunjungan pasar dan pertemuan lintas sektor bersama mitra usaha melalui Hight Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sehubungan hal tersebut Pemerintah Propinsi melakukan operasi ke Pasar-Pasar yang ada di Kota Kupang dipimpin lansung Sekretaris Daerah (Setda) Propinsi NTT Benediktus Polo Maing, beserta Kepala Dinas Peternakan Propinsi Ir. Dani Suhadi, Kepala Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar El Tari Kupang, Barata, Kepala Bulog Divisi Regional NTT Eko Pranoto, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Dr Yusuf Rupidara dan dari pihak Kepolisian.

Dalam kunjungan ke pasar Inpres , Pasar Oeba, Pelindo dan Gudang Bulog serta Gudang Grosir, guna mengecek ketersediaan sembako dan harga sembako.

Daftar harga sembako di pasar Inpres dan Oeba
1. Bawang merah Rp 30.000 harganya stabil sampai saat ini dan diperkirakan tidak niak
2. Bawang Putih dari harga Rp. 100.000 per 1 kg turun Rp.60.000 per 1 kg. Harga bawng putih turun.
3. Minyak goreng 1 liter Rp. 15.000 harganya stabil
4. Lombok merah kecil 1 kg Rp. 25.000 harganya stabil
5. Lombok besar dari harga Rp. 50.000 per 1 Kg turun menjadi Rp. 30.000
6. Telur ayam I rak dari harga Rp. 45.000 naik menjadi Rp. 50.00p
7. Telur puyuh 1 rak Rp. 40.000 harga stabil
8. Daging sapi isi 1 Kg Rp. 90.000
9. Harga beras dari harga Rp. 8000 – Rp. 12.000 per Kg harganya stabil tidak mengalami kenaikan
10. Gula pasir harga perkarung Rp. 585.000 naik menjadi Rp. 615.000
11. Bawang Bombay 1 buah Rp. 5000
12. Daging ayam potong harga dari Rp.30.000 sampai dengan Rp. 50.000 tergantung besarnya ayam.
13. Terigu 1 kg Rp. 7000 terigu merek kompas dan segitiga dalam kemasan Rp. 8000- 9000 harganya stabil.

Berdasarkan hasil pantauan Telur ayam dan gula pasir mengalami kenaikan harga sedangkan Bawang Putih dan lombok besar mengalami penurunan harga.

Kepala Bulog Divisi Regional NTT Eko Pranoto, mengatakan,
ketersediaan beras dan kebutuhan pokok lainnya masih mencukupi Empat bulan kedepan. Bulog telah menyiapkan 5 unit gudang. Beras Vietnam 17.500 Ton, Gula Pasir 1000 Ton, Terigu 5 ton dan Minyak Goreng, 2000 liter dan Telur. Stok 4 bulan kedepan aman.

Sedangkan menurut Fernando pemilik CV. Sumber Cipta ketersediaan bahan pokok, khususnya Minyak Goreng, Gula pasir, Beras dan Terigu stabil. Stok yang tersedia bisa mencukupi 1-2 bulan kedaepan. Beras yang tersedia di Gudang CV Sumber Cipta adalah Beras dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur.

” PT Pelindo mengusulkan kapal kapal kecil yang mengangkut hasil bumi seharuanya melalui pelabuhan Tenao. Sedangkan pengiriman Sapi hidup sebaiknya pengiriman daging dan Pemerintah daerah mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar memberikan subsidi pengangkutan”. Kata Baharudin, General Manajer PT Pelindo III

Kepala Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar El Tari Kupang, Barata, menagatakan, angkutan mudik Lebaran Tahun 2019 ini di Bandara El Tari Kupang diperkirakan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Penurunannya minus 27% kendalanya karena semakin baiknya infrastruktur sehingga masyarakat punya alternatif memilih transportasinya.

” Infrastruktur sudah semakin baik sehingga masyarakat punya alternatif memilih transporyasinya. Selain itu faktor harga tiketnya masih tinggi. Airline menentukan harga tiket aesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh menteri Perhubungan ada tarif dasar bawah dan tarif dasar atas. Jadi harga tiketnya naik itu sah-sah saja”. Ujar Barata (Rbt)

KOMENTAR ANDA?