Beranda Hukum Kriminal Kasat Resnarkoba “Usir” Wartawan Saat Meliput Pejabat Timor Leste yang Menemui Dua...

Kasat Resnarkoba “Usir” Wartawan Saat Meliput Pejabat Timor Leste yang Menemui Dua Tersangka Kurir Narkoba

1037
0

BELU, Ranaka-news.com – Tujuh orang warga negara asal Timor Leste yang diduga pejabat di negara itu menemui dua tersangka kurir narkoba berinisial J (34) dan M (31) di Ruangan Kasat Resnarkoba Polres Belu (20/6/2019). Kedua tersangka yang merupakan suami istri tersebut ditangkap beberapa waktu lalu oleh Bea Cukai Atambua di PLBN Motaain saat membawa 4.874 butir pil ekstasi.

Pantauan media, ada tujuh orang warga asal Timor Leste yang diduga merupakan pejabat Timor Leste tersebut datang menjenguk J dan M. Kunjungan kali ini tak seperti biasanya karena dihadiri oleh Wakapolres Belu, Kompol I. Ketut Parten, Kabag OPS Polres Belu, Kompol Apolinario Da Silva dan Kasat Resnarkoba, Iptu Ivans Drajat. Tampak salah satunya adalah agencia Consular Republica Demokratica De Timor-Leste-Atambua Belu, Paulo Da Costa Ximenes.

Saat salah satu awak media gerbang-ntt.com, Mariano Parada, hendak mengambil gambar, Kasat Resnarkoba langsung bangkit berdiri dan mengusir wartawan tersebut. Padahal, saat yang sama ada beberapa orang dan juga wartawan yang sedang mengambil gambar. Namun, hanya Mariano yang diusir.

“Sana…sana…jangan foto,” bentak kasat Resnarkoba, Iptu Ivans Drajat sembari mendorong Mariano.

Atas aksi Kasat Resnarkoba yang memperlakukan wartawan Media ini di hadapan para pejabat dan dua pelaku itu, membuat Mariano langsung pergi meninggalkan lokasi pertemuan tersebut.

Di akhir pertemuan tersebut, pejabat Timor Leste memberikan beberapa cendera mata kepada Polres Belu.

Kasat Resnarkoba, Iptu Ivans Drajat usai kegiatan tersebut kepada awak media membenarkan kejadian itu. Menurutnya, dirinya merasa terganggu dengan aksi dari Mariano.

“Ada (wartawan.red) yang ribut… tadi saya usir… tangan sampai ke dalam-dalam. Ini kapolres ini, masa tangan sampai ke dalam-dalam. Makanya saya usir,” jelasnya.

Ada dua orang lain yang berdiri di depan Mariano sedang mengarahkan handphon-nya untuk memotret pertemuan tersebut. Akan tetapi, malah Mariano yang diusir. “Saya tidak ribut. Saya juga mengambil gambar dari atas kepala kedua orang yang berdiri di depan saya. tapi kenapa saya yang diusir? Saya merasa dibredel saat sedang menjalankan tugas jurnalistik saya,” bantah Mariano.

Iptu Ivans menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan terbuka. Akan tetapi, menurutnya, suasana di luar sangat berisik. Hal itulah yang membuat dirinya tidak bisa konsentrasi saat berbicara dengan para pengunjung.

“Pertemuan itu sebenarnya merupakan pertemuan terbuka. Cuman kan berisik sekali di luar ini. Makanya, minta maaf saya, kalau berisik kadang saya ngomong nggak konsen. Jangankan teman-teman wartawan, profos aja saya usir tadi,” tuturnya sembari tertawa.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dirinya tidak melarang wartawan untuk meliput, tapi saat menulis berita, inti sari dari pemberitaan itu terkait dengan pemerintah Timor Leste yang datang menjenguk warga negaranya. Bila isi berita di luar dari pada hal tersebut, maka dirinya mengancam akan mempolisikan media tersebut.

“Kalau untuk liput mohon maaf saya silahkan, tapi isinya kalau bisa pemerintah Timor Leste menjenguk warganegaranya. Kalau isi lebih dari pada itu ingat… ada wartawan kebal hukum? Nggak ada kan?” Demikian ancamnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa media jangan membuat Berita hoax. Hal ini dikarenakan ada pemberitaan sebelumnya terkait penangkapan pelaku pembawa narkoba dengan inisial J dan M pada tanggal 29 Mei 2019. Menurutnya pemberitaan itu cukup merugikan pihak kepolisian. Akibat dari pemberitaan itu, beberapa pelaku lain berhasil kabur.

Untuk diketahui, gerbang-ntt.com adalah media yang pertama menulis tentang penangkapan pasangan suami-istri pembawa 4.874 butir pil Ekstasi pada tanggal 29 Mei 2019 dengan judul “Bea Cukai Atambua Bekuk Kurir Bawa 4.874 Butir Pil Ekstasi.

Seusai pertemuan tersebut, beberapa wartawan kembali ke warung kopi untuk menulis pemberitaan terkait kunjungan tersebut. Namun, beberapa saat kemudian, ketika beberapa wartawan sedang menulis berita, tiba-tiba Kasat Resnarkoba datang menggunakan motor matic-nya, langsung menghampiri Mariano dan langsung bertanya, “siapa yang tadi saya dorong? Kamu ya?”

Mariano pun menjawab bahwa dirinya yang ditolak. Kasat Resnarkoba pun langsung bertanya kembali dengan wajah memerah, “tadi dorong kamu jatuh? Jatuh nggak?”

Mariano pun hanya menjawab tidak. Saat itu, Mariano sedang duduk bersama Kasat Reskrim Polres Belu. Melihat kejadian itu, Kasat Reskrim langsung menegur Kasat Resnarkoba dan menyuruhnya pulang.

Awalnya, teguran dari Kasat Reskrim tak digubris. Namun, setelah ditegur dengan nada keras, baru Kasat Resnarkoba menurut. Sesampai di motornya pun, Kasat Resnarkoba masih berdiri sembari menatap ke arah Mariano.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim, AKP Ardyan Yudho Setyantono menyampaikan permohonan maaf kepada awak media. Menurutnya, itu hanya kesalahpahaman saja. Ia berharap semoga kejadian tersebut tidak merusak hubungan antara awak media dan Polres Belu. (Richi Anyan)