Beranda Bisnis Kontes Ternak Sapi Berbasis Budaya, Peserta Wajib Berpakaian Adat

Kontes Ternak Sapi Berbasis Budaya, Peserta Wajib Berpakaian Adat

351
0

KUPANG, Ranaka-news.com – Kontes Ternak Sapi adalah kegiatan tahunan yang dilakukan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur berkolaborasi dengan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota. Ini adalah bentuk dari apreasiasi dan komitmen Pemerintah terhadap bagaimana upaya-upaya meningkat:
Kesejabteraan peternak melalui peningkatan pendapatan. Untuk meningkatkan pendapatan maka yang harus dilakukan bagaimana kemampuan secara teknis manajemen usaha tani ternak ditingkat hulu maupun hilir. Agar kegiatan ini dapat terlaksana dan terakumulasi dalam satu refresentasi terhadap seluruh kegiatan itu dari hulu sampai hilir maka dilaksanakanlah Kontes Ternak. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan Propinsi Ir. Dani Suhadi di ruang kerjanya, Selasa (25/6/2019).

“Kontes ternak merupakan proses hilirnisasi untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa inilah hasil yang dicapai peternak dengan hasil tani ternak.
Usaha Pemerintah untuk meningkatkan produksi dan produktifitas di sektor Peternakan”. Ujar Dani

Kontes ternak ini bermuara dari berbagai aktivitas tetapi kita tidak bisa menyelenggarakan secara keseluruhan komunitas peternakan tetapi kita lihat yang menonjol selama ini yang memberikan kontribusi secara lokal maupun secara nasional.

“Kita punya banyak komuditas ternak, ada Kuda, Kerbau, Kambing dan Unggas. Tetapi banyak yang sudah lari ke aspek komersial yang dilakukan oleh masyarakat sendiri kita tinggal melakukan pengawasan. Tetapi kontes Sapi ini kita ingin mempertahankan daerah ini dari sumber daya efenitifnya sesuai dengan keunikannya dan ekaotik dari wilayahnya masing-masing. Timor dengan Sapi Bali, Sumba denga Sapi Ongol dan Flores mengikuti sesuai dengan kondisinya dengan Sapi Bali. Ada lagi komoditis Kerbau dan Kuda di Sumba dan Flores”. Kata Dani

Konyes ternak ini juga merupakan ajang untuk mempromosikan daya saing kelompok ternak dari masing-masing Kabupaten yang sudah dilakukan melalui ajang yang sama di Kabupaten dan Kota. Dan kita melihat apakah ada kerjasama dari seluruh stakeholder dari kegiatan Peternakan ini. Dari lembaga-lembaga yang saling mendukung. Pada intinya kontes ternak ini merupakan kerjasama dari semua pihak.

Sementara itu Sekretaris Peternakan Frans Samon S.Pt. mengutarakan, posisi saya dan Pak Kadis sebagai pengarah didalam kepanitiaan. Persiapan sudah kami lakukan untuk mengecek progres masing-masing seksi panitia Kontes Ternak.

 

“Kontes Ternak ini kami berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang sebagai tuan rumah. Pelaksanaannya mulai besok Tanggal 26 Juni samapai 28 Juni 2019 bertempat di Kelurahan Naioni Kecamatan Alak”. Ujar Frans

“Kegiatan penilaiaan sudah kita kakukan ditingkat Kabupaten dan Kota. Jadi Sapi yang menjadi juara 1, 2 dan 3 akan diikut sertakan dalam lomba ditingkat Propinsi pada tanggal 28 Juni 2019, untuk menentukan juara di tingkat propinsi”. Jelas Frans

Puncak acaranya Tanggal 28 Juni. Sebelum acara puncak kami sudah melaksanakan kegiatan Vaksinasi Sapi, Babi dan Kambing di sekitar area Kontes, di hari H-7. Teman-teman kita para Dokter Hewan dan petugas teknis dibidang kesehatan hewan sekarang telah mengadakan Vaksinasi, pengobatan dan Inseminasi Buatan bagi hewan di Area Kontes.

Lebih lanjut Kepala Bidang Agribisnis dan Kelembagaan Peternakan sekaligus Ketua Panitia Tay Renggi mengatakan Kontes Ternak ini sebenarnya pesta besar kita di Dinas Peternakan. Tujuannya dimana para peternak ini mereka bisa memproduksi Sapi bibit, Sapi Indukkan dan Sapi Potong. Sekaligus kami juga mau pamerkan produk-produk lahan Peternakan.

Kegiatan kontes juga akan diisi dengan lomba natoni bagi pemuda se-Kota Kupang dan lomba mewarnai bagi anak-anak di tingkat Sekolah dasar yang ada di Kelurahan Naioni. Semua peserta dan Panitia diwajibkan memakai pakaian adat daerah.

“Kontes ternak ini kita lakukan dengan metode langsung bagi kabupaten di daratan Timor dan metode secara visual bagi Kabupaten di daratan Flores, Sumba dan Rote. Penentuan juara dinilai secara visual. Kontes Ternak ada 10 kategori. Juara Satu dari masing-masing kategori mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 7.500.000, juara Dua Rp. 6.000.000 dan Juara ke Tiga Rp. 5.000.000. Sumber dana dari APBD. Jadi total biaya untuk hadiah Rp 185.000.000”. Ujarnya (Rbt)