Beranda NTT Kurangi Pengangguran, Dinas Nakertrans Adakan Pelatihan Menjahit dan Otomotif

Kurangi Pengangguran, Dinas Nakertrans Adakan Pelatihan Menjahit dan Otomotif

146
0

BELU, Ranaka-news.com – Dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Nakertrans mengadakan pelatihan peningkatan life skill dalam bidang menjahit dan otomotif. Pelatihan yang didanai oleh Kementrian Ketenagakerjaan tersebut diadakan selama tiga hari sejak tanggal 30 Juli sampai 1 Agustus 2019.

Pelatihan bertemakan “Tenaga Kerja Mandiri Berbasis Aspirasi Masyarakat ini diikuti oleh 40 orang yang dibagi dua. 20 orang mengikuti pelatihan menjahit dan 20 orang lain mengikuti pelatihan otomotif.

Sekretaris Dinas Nakertrans, Yulita Kali Mau kepada media ini, Kamis (1/8/2019), menuturkan bahwa pelatihan ini hanya untuk meningkatkan kapasitas life skill bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan dasar, bukan bagi pemula. Hal ini dikarenakan pertimbangan durasi waktu yang tidak memungkinkan untuk diberikan bagi para pemula.

Sekretaris Dinas Nakertrans Kabupaten Belu, Yulita Kali Mau

“Pelatihan ini hanya untuk peningkatan keterampilan dasar. Jadi bukan untuk para pemula. Ini karena durasi waktu yang tidak memungkinkan bagi para pemula,” jelasnya.

Dikatakan pada Pertengahan atau akhir Agustus 2019 ini akan ada pelatihan bagi para pemula di Pulau Jawa. Karena itu, bagi yang berminat , silahkan mengambil formulir di Kantor Dinas Nakertrans.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan otomotif saat ini adalah mereka yang sudah pernah mengikuti pelatihan di Balai Besar Lembaga Kerja (BBLK) dan mereka yang sudah memiliki kemampuan dalam bidang menjahit dan otomotif.

Para peserta pelatihan otomotif sedang serius memperbaiki motor

Setelah pelatihan ini, para peserta akan dibekali dengan peralatan seperti alat menjahit dan alat-alat untuk perbengkelan. Namun, peralatan ini tidak akan diberikan kepada setiap peserta, tapi diberikan kepada kelompok sesuai dengan wilayah masing-masing. Untuk pelatiahn menjahit dibagi menjadi dua kelompok, sedangkan untuk otomotif akan dibagi menjadi lima kelompok sesuai dengan wilayah tempat tinggal para peserta.

“Pelatihan tanpa didukung dengan alat-alat pun akan mubasir. Karena ilmu yang didapat bila tidak dipraktekkan maka akan sia-sia,” ujarnya.

Khusus untuk pelatihan otomotif, Dinas Nakertrans memfokuskan pada kendaraan roda dua saja. Hal ini dikarenakan durasi waktu yang tidak memungkinkan untuk melatih perbengkelan roda empat atau lainnya.

Kendati durasi waktu yang singkat, Sekretaris Nakertrans, Yulita Kali Mau meminta kepada para peserta agar serius dalam mengikuti apa yang disampaikan oleh instruktur. Tujuannya agar apa yang mereka dapatkan selama pelatihan dapat dipraktikkan di dunia kerja nanti.

Randi Bere, salah satu peserta pelatihan menuturkan bahwa melalui pelatihan ini, para peserta bisa life skill dalam menghadapi dunia kerja.

“Pelatihan yang kami ikuti selama tiga hari ini sangat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan kami dalam bidang perbengkelan,” ujar Randi.

Dirinya berharap agar pelatihan ini dapat ditingkatkan lagi agar dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, saat ini Dinas Nakertrans Kabupaten Belu sudah melaksanakan beberapa pelatihan berkat kerja sama dengan kementerian-kementerian dan BBLK. Pemerintah Kabupaten Belu juga akan mengadakan berbagai jenis pelatihan di 5 BBLK dan BLK yang ada di Indonesia pada tahun 2020 nanti.

“Semoga dengan peningkatan kuantitas pelatihan ini dapat menambah lapangan pekerjaan di Kabupaten Belu dan dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” pungkas Yulita.


Reporter: Ricky Anyan