Beranda NTT Marsel Ahang: Pembangunan Embung di Cibal Barat Mengabaikan Prosedur

Marsel Ahang: Pembangunan Embung di Cibal Barat Mengabaikan Prosedur

191
0

RUTENG, Flovamora-news.com –Marsel Ahang anggota DPRD kabupaten Manggarai fraksi PKS mempertanyakan Proyek embung yang di bangun sejak tahun 2016 di Wae Kebong, Cibal Barat yang di danai APBD senilai Rp 1,2 miliar.

Kepada Ranaka News Ahang menjelaskan, bupati Deno pernah mengirim surat dengan No BLHD.660.1/053/2016 pada tanggal 2 april yang ditujukan kepada kementerian lingkungan hidup dan kehutanan melalui direktorat jenderal planalogi kehutanan dan tata lingkungan hidup.

Menanggapi surat tersebut kata Ahang, dari kementerian bukan merupakan rekomendasi atau izin, tetapi isi suratnya disarankan untuk konsultasi ke dinas kehutanan propinsi NTT

“Surat yang di keluarkan dari kementrian kemarin bukan rekomendasi atau surat izin tetapi menyarankan untuk konsultasi ke dinas kehutanan propinsi” kata ahang

Ahang menjelaskan, Pembangunan embung itu di nilai mengabaikan prosedur dan melanggar terhadap UU tentang penggunaan kawasan hutan karena tidak mengantongi izin dari kementrian terkait.

Ahang juga menyayangkan sikap Kapolres Manggarai mengeluarkan SP3 untuk pemberhentian penyidikan yang saat itu di jabat oleh AKBP Marselis Sarimin Karong

“Ada kong kalingkong atas penanganan kasus ini, sehingga kapolres saat dijabat oleh pak marselis mengeluarkan SP3 untuk di berhentikan penyidikan” kata Ahang lagi

Lebih jauh Ahang mendesak agar Polres Manggarai segera menetapkan tersangka bupati Deno karena kegiatan pembangunan embung di Wae Kebong, Cibal Barat belum mengantongi surat ijin penggunaan hutan lindung dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan.

Di konfirmasi via WhatsApp Kepada Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus SH, MH. mengatakan, Semua dokumen sudah lengkap termasuk izin dari kementrian.

“Jangan biasakan fitnah orang, Tehnisnya dengan kadis infokom yang waktu itu kadis lingkungan” Tulis Bupati Deno


Reporter: AJT