Beranda NTT Zakrias: Kami Keluarga Menduga Kematian Siprianus Akibat Kecelakaan Tidak Wajar

Zakrias: Kami Keluarga Menduga Kematian Siprianus Akibat Kecelakaan Tidak Wajar

250
0

KEFAMENANU, Ranaka-news.com – Siprianus Lasi Kosat (40) warga Desa Oenak, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT ditemukan warga menagalmi kecelakaan tunggal di Desa Fatumuti pada 18 Juni 2019 sekitar pukul 10.22 wita. Korban merupakan Sekretaris di Desa Oenak.

Saat ditemukan warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban mengalami luka parah wajahnya penuh darah. Korban sempat dibawah ke Rumah Sakit Leona untuk mendapatkan pertolongan namun akhinya menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 pagi harinya.

Menurut saksi Maximus Laka yang dihubungi via telpon mengatakan, Korban sebelum celaka sempat singgah di Pos Jaga tapi tidak omong apa-apa. Selang beberapa menit korban berpamitan naik ke atas selang 10 menit kemudian Babinsa Dhani Djaha berteriak memanggil kami di pos jaga bahwa Pak Sekretaris ada celaka di atas. Banyak orang sudah ada saya langsung angkat korban untuk dibawa ke Rumah sakit Leona. Saya tidak ikut karena antar motor korban ke Polisi dan melaporkan kejadian tersebut.

Korban kecelakaan maut yang terjadi beberapa waktu di Desa Fatumuti merenggut nyawa Siprianus Lasi Kosat (40) beralamat di Dusun A RT 002/RW 001 Desa Oenak Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Keadaan meninggalnya korban membuat keluarga merasa tidak puas dengan kecelakaan yang menimpa korban.

Sementara itu menurut polisi, ia meninggal akibat kecelakaan tunggal. Namun, pihak keluarga meyakini, kematian Sipri tak wajar. Pihak keluarga  menduga, almahrum  meninggal akibat penganiayaan.

“Banyak kejanggalan karena kondisi lukanya sangat parah. Kepala bagian belakang retak dan ada luka besar di tenggorokan, sementara sepeda motor yang dikendarai korban tidak rusak, hanya kaca spion bagian kanan yang,” ujar kakak kandung korban, Zakarias Eli Kosat kepada wartawan di Kupang, Minggu (4/8/2019).

Menurut dia, kondisi luka korban dengan sepeda motor yang dikendarainya sangat tidak wajar jika korban dinyatakan meninggal akibat kecelakaan. Dia meminta, polisi segera melakukan autopsi jenazah korban demi mengungkap penyebab kematian.

“Kami sudah buat laporan polisi di Polres TTU dengan nomor laporan LP/197/VII/2019/NTT/RES TTY pada 6 Juli 2019 tentang dugaan penganiayaan dan dalam laporan tersebut kami keluarga meminta agar mayat Almarhum di Outopsi,” katanya.

Ia menuturkan, sebelum ditemukan sekarat di jalan, korban baru selesai mengikuti latihan koor dalam rangka HUT paroki hati Yesus maha kudus di Noemuti.

Usai latihan, korban meminjam sepeda motor milik Kanisius Lukis jenis Supra X dengan nomor polisi DH 5185 DF. Saat itu, korban berniat hendak berbelanja di kios yang tidak jauh dari lokasi latihan. Sesaat kemudian, korban ditemukan tergeletak di jalan dengan kondisi mengenaskan.

Kondisi korban baru diketahui keluarga setelah salah satu anggota linmas memberi kabar. Setelah beberapa jam kritis di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal pada 19 Juni 2019 pukul 03.00 wita.

“Dua minggu kemudian baru anggota lantas Polsek Noemuti olah TKP dan menyatakan korban meninggal akibat celaka tunggal,” imbuhnya.

Kasat lantas Polres TTU, AKP Wilhemus Sinlae yang dihubungi via WhatsApp mengaku untuk melakukan penyelidikan, polisi sudah memintai keterangan lima orang saksi.
Dari hasil pemeriksaan itu, kata dia, polisi berkesimpulan korban murni mengalami kecelakaan.

“Hasilnya untuk sementara masih laka lantas murni. Kalau memang keluarga ada bukti petunjuk lain, silahkan berikan keterangan ke pihak yang berwajib untuk di berkaskan dan masalah ini masih dalam penyelidikan,” katanya.

 


Reporter: Ricky Anyan