Beranda Pendidikan Ketua Yayasan Aryos Ungkap Kekerasan di STM Nenuk

Ketua Yayasan Aryos Ungkap Kekerasan di STM Nenuk

269
0

BELU, Ranaka-news.com – Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Aryos, P. Yustus Asa, SVD ungkap berbagai kekerasan yang terjadi di SMK St. Yosef Nenuk sebagai salah satu penyebab menurunnya minat anak untuk menimbang ilmu di tempat tersebut. Hal ini diungkapkannya saat acara serah terima jabatan Kepala Sekolah SMK St. Yosef Nenuk, Jumat (9/8/2019).

“Sering terjadi kekerasan dari kakak kelas terhadap adik kelas menjadi penyebab menurunnya minat orang untuk menimbang ilmu di SMK St. Yosef Nenuk atau yang lebih dikenal STM Nenuk,” ungkapnya dalam sambutan serah terima jabatan Kepala sekolah dari P. Paul Wain, SVD kepada P. Piter Bataona, SVD untuk periode 2019-2022.

Dikatakan, selain kekerasan fisik, kebersihan juga menjadi faktor lain menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di STM Nenuk. “Bahkan ada yang sudah datang melamar pun, akhirnya tidak jadi sekolah di sini,” ujarnya.

Selain berpengaruh pada menurunnya minat anak-anak untuk menimba ilmu di STM Nenuk, kekerasan yang kerap terjadi juga berdampak pada menurunnya peringkat STM di NTT.

“Mungkin ini juga yang menjadi penyebab STM N3nuk tidak lagi masuk dalam 50 besar Sekolah Terbaik di NTT,” ucapnya.

Karena itu, P. Yustus meminta agar kepala sekolah yang baru harus bisa membuat sebuah perubahan ke arah yang lebih baik untuk STM Nenuk.

P. Paul Wain, SVD selaku mantan kepala sekolah pada acara serah terima Kepala sekolah STM Nenuk tersebut tidak membantah apa yang disampaikan P. Yustus. Akan tetapi, menurutnya, selama kepemimpinannya, ada banyak perubahan yang sudah dilakukannya bersama para guru di STM Nenuk. Baginya, walau hanya sedikit yang dilakukannya selama periode 2016-2019, namun itu telah mengakar dalam diri siswa.

“Saya lebih suka melakukan perubahan secara evolusi; walau perlahan, tapi kuat dan berakar daripada perubahan secara revolusi; cepat, tapi rapuh dan tak berakar,” tutur P. Paul.

Hal berbeda diungkapkan oleh P. Piter Bataona, SVD. Menurutnya, butuh orang yang berpikir gila untuk membuat sebuah perubahan.

“Kadang kita harus menjadi gila untuk sampai pada kewarasan. In other to be sane some times we have to be insane,” ujarnya.

P. Piter berharap agar semua komponen yang berada di STM Nenuk dapat bekerja sama dengan baik dalam memajukan dan mencerdaskan para siswa dan siswi.

“Untuk memajukan sekolah ini, kita semua komponen pendidik disini harus bisa bekerja dengan keras agar mencerdaskan anak- anak kita yang bersekolah disini. Dalam kerjasama, persaudaraan dan saling mencintai, kita bisa,” ujarnya.


Reporter: Ricky Anyan