Beranda Pendidikan SMKN 7 Pelayaran Kupang Selaraskan Kurikulum Kemaritiman

SMKN 7 Pelayaran Kupang Selaraskan Kurikulum Kemaritiman

440
0

KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Untuk menjawabi pelbagai perubahan dan inovasi dalam dunia usaha dan industri yang lebih terarah, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) Negeri 7 Pelayaran Kota Kupang menyelenggarakan workshop Mitra Industri SMK Pelaksana Program Bantuan Pemerintah Pengembangan SMK Kelautan yang Mendukung Kemaritiman Tahun 2019.

Salah satu tujuan dari penyelarasan ini adalah menyamakan persepsi antara dunia industri dan kurikulum di SMKN 7 Kota Kupang sebagai pencetak tenaga profesional di dunia usaha dan industri.

Diharapkan dengan penyelarasan ini, melalui guru yang terlatih, para siswa nantinya bisa menyesuaikan diri dengan mudah kalau turun kedunia usaha.

Seperti yang dijelaskan Kepala SMKN 7 Pelayaran Kota Kupang, Dra. Yeftina M.A. Nitti saat memberikan materi dalam workshop tersebut Sabtu (31/8/2019) di Aula SMKN 7 Kupang, Jalan Bogenvile, Penkase-Oeleta, Kecamatan Alak Kota Kupang, Provinsi NTT.

“Ini program pemerintah yang harus kita laksanakan,” tegasnya.

Program ini merupakan bagian dari revitalisasi sekolah dan akan berlanjut hingga program guru magang di dunia industri.

“Bukan hanya asal magang tanpa ada action. Sehabis magang harus ada action di sekolah”.

Kepala Sekolah SMKN 7 Pelayaran, Dra. Yeftina menambahkan para guru dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan mengajar khusus pengembangan SMK Kelautan terkhusus Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga, TKJ, dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)  yang handal.

Dirinya berharap agar guru-guru selesai mengikuti kegiatan workshop tersebut  guru-guru semakin terampil dalam membimbing siswa dengan memiliki keterampilan dan kompetensi yang secara optimal.

Pelaksana Harian (Plh) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Nakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dra. Sisilia Sona yang diwakili Kasi penempatan, pembinaan dan pemagangan tenaga kerja, Petrus Beon, SE mengatakan bahwa kegiatan workshop tersebut  tujuannya untuk meningkatkan keterampilan serta meningkatkan pendapatan keluarga, juga ada pembukaan wira usaha baru.

“Siswa-siswi SMKN 7 Pelayaran Kupang, diharapkan mereka ini harus punya keterampilan, dengan keterampilan mereka mempunyai sertifikat kompetensi dengan begitu nilai jualnya tinggi. Kita harapkan dari guru- guru yang hebat  juga menghasilkan siswa yang bermutu dari SMKN 7 Pelayaran ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakasek urusan kurikulum, Gabriel Koten, S.Si  mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari program pemerintah pengembangan kelautan bidang kemaritiman. Untuk pengembangan Sumber Daya tenaga pendidik dan pendidikan  bidang kemaritiman dengan penyelarasan kurikulum.

Dijelaskanya ada dua komponen yang harus dikembangkan di sekolah tersebut adalah penyelarasan kurikulum dan peningkatan kompetensi guru di bidang kemaritiman.

“Ada beberapa komponen yang harus dijalankan yaitu:  pertama, Magang Guru dan yang kedua, Sertifikasi Guru.

Magang Guru, dibidang industri khusus Nautika  Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga itu mereka magang di Kapal. Untuk Sertifikasi Guru, kami kirim dua orang guru untuk Training Of Trainer ( TOT 6.09), dan TOE 3.12. Diklat TOT 6.09 bertujuan untuk  merencanakan dan mempersiapkan metode pengajaran yang efektif, seleksi metode pengajaran yang tepat dan material pengajaran serta proses evaluasi pengajaran.

Sedangkan TOE 3.12 bertujuan untuk melatih tenaga pengajar bidang pelayaran menjadi penguji. Dan ada lagi kegiatan dalam program pengembangan  SMK Kelautan  ini adalah KBM  berbasis produk  (Product  Based Learning, yaitu pembelajaran berbasis   produk,” terang Gabriel.

“Bagaimana menghasilkan siswa ini sampai dapat kerja, Ia berharap agar teman- teman guru baik Nautika dan Teknika bisa dan mampu menerapkan kepada peserta didik sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki”.

Hadir dalam workshop tersebut, Basarnas Kupang, KSOP Kupang, Telkom, Distrik Navigasi kelas 11 Kupang. (TD)