Beranda Hukum Kriminal Kejari Julius Sigit, Kasus Dana Sail Komodo 2013 Ada Tambahan Jumlah Tersangka

Kejari Julius Sigit, Kasus Dana Sail Komodo 2013 Ada Tambahan Jumlah Tersangka

186
0
Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Julius Sigit Kristanto, SH, MH (foto istimewa).

LABUAN BAJO, RANAKA-NEWS.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat (Mabar), terus lakukan pengembangan penyelidikan atas dugaan korupsi dana Sail Komodo 2013 silam.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mabar Julius Sigit Kristanto, kepada wartawan menjelaskan bahwa, selain mempersiapkan berkas perkara ke-empat tersangka dana APBN sail komodo pada pokok materi persidangan yang sebentar lagi dilimpahkan ke pengadilan tipikor kupang, pihaknya saat ini sedang mengembangkan penyelidikan dugaan penyimpangan dana swakelola pada kasus yang sama.

“Masih ada yang kami kembangkan. Misalnya terkait dana swakelola. Untuk penentuan siapa yang paling bertanggung jawab, itu yang kami dalami saat ini. Siapa yang berbuat dia harus bertanggung jawab,” kata Julius, Selasa (3/9/2019) kepada awak media di Labuan Bajo, sore tadi.

Menurutnya, jumlah tersangka dalam kasus Sail Komodo itu bisa saja bertambah.
“Bisa saja bertambah lagi, terkait dana swakelola. Saat ini kami sedang fokus untuk yang empat orang tersangka itu,” kata Julius.

Pihaknya kata dia sedang menunggu hasil final dari BPK-RI terkait kerugian keuangan negara. “Dalam minggu ini kami akan mendapat hasil final dan akan dilimpahkan ke pengadilan tipikor kupang,” kata Julius.

Permohonan Pra Peradilan Ditolak

Permohonan pra peradilan atas empat orang tersangka kasus Sail Komodo yang bersumber dari APBN ditolak oleh Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo.

“Pra peradilan ditolak. Pra peradilan itu menentukan sah atau tidaknya penangkapan, sah atau tidaknya penahanan, sah atau tidaknya penyitaan dan sah atau tidaknya penetapan tersangka,” kata Kajari Mabar Julius.

Dijelaskannya, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti.
Antara lain keterangan saksi, keterangan ahli, dokumen, surat, petunjuk, keterangan tersangka. Kami sudah punya dua alat bukti, yaitu keterangan ahli dan surat. Juga ada keterangan saksi.

Dia menambahkan, terdapat tiga item pengelolaan dana sail komodo yang bersunber dari APBN, yakni Jasa Event Organizer dengan anggaran sebesar 1,6 milyar rupiah, kemudian Jasa Boga dengan anggaran sebesar 350 juta rupiah dan swakelola sebesar 495 juta rupiah,dan yang menjadi jumlah perhitungan kerugian minimum BPK-RI ada pada jasa event organizer sebesar 1,571 milyar rupiah dan dana swakelola kurang lebih 129 juta rupiah.

“jadi, 1,7 Milyar lebih yang dipersoalkan oleh kuasa hukum ke-empat tersangka itu, adalah akumulasi dari penyalahgunaan dana jasa event organizer ditambah dana swakelola, sehingga jumlahnya lebih dari 1,7 milyar rupiah,ini penjelasannya”,tegas Kajari Julius.

Sementara itu sidang pra peradilan yang diajukan ke-empat orang tersangka terkait kasus Sail Komodo melalui kuasa hukum Jamal SH, sudah mulai berlangsung sejak Senin (26/8/2019) hingga Selasa, (3/9/2019) dengan agenda sidang pembacaan putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manggarai Barat (Mabar) dengan hasil putusan ditolak.

Penulis : LM