Beranda Daerah Bupati Matim Adakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Panggung Upacara di Lehong

Bupati Matim Adakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Panggung Upacara di Lehong

314
0
BORONG, RANAKA-NEWS.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT mengadakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan panggung upacara  di ‘natas’ (lapangan) yang berpusat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur di Lehong. Kamis, (5/09).

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan panggung upacara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas,SH,M.Hum, Ketua DPRD Matim Yeremias Dupa, Toko Adat, Toko Masyarakat, kontraktor, dan seluruh pimpinan OPD terkait.

Pada tahap satu tahun anggaran 2019, rencana anggaran pembangunan panggung upacara tersebut senilai 1,4 miliar, sedangkan untuk desain panggung secara keseluruhan dana anggaran pembangunan tahap II dianggarkan pada tahun anggaran (TA) 2020 senilai 1,25 miliar. Sementara itu, konsultan perencana yang mengerjakan bangunan ini adalah CV Graha Duta Lehong.

Kepala Dinas PUPR Matim Yoseph Marto mengatakan, banyak kegiatan-kegiatan  yang sifatnya publik dan memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat untuk mewadahi seluruh  kegiatan-kegiatan yang dilakasanakan.

“Tentu kita tahu persis pada saat mengadakan upacara hari lahir Negara Indonesia kita masih sibuk dengan hal-hal lain seperti pembuatan terop dan lain-lain. Tetapi dengan dibangunnya gedung ini kita bisa gunakan untuk kegiatan upacara tersebut. Kami hanya bisa bangun lantai satu, kalau lantai satunya selesai maka ditahun 2020 kami akan membangun lagi lantai duanya sekaligus dengan atapnyaatapnya. Kalau disetiap keliling bangunan ini kami akan membuat tangga-tangga raya karna pada saat kegiatan vestifal tentu banyak orang yang datang menonton dan di bawah tangga tersebut ada ruang. Ruang itu fungsinya bisa digunakan untuk kegiatan pameran,” jelas Marto.

Dijelaskan Marto, sesuai dengan arahan Bupati, di tempat tersebut juga akan membuat food center. Dari segi konstruksinya kata Marto, akan gali dan timbun dan disitu akan dibuat food center. Food center tersebut jika sudah selesai dikerjakan akan disewahkan dan ini bisa mendatangkan PAD untuk Kabupaten Manggarai Timur.

“Gedung ini nantinya bisa digunakan pada kegiatan-kegiatan besar seperti festival budaya atau kampanye akbar. Pada ring satu ini kita bisa sistem buka tutup dan kita jadikan area parkir sehingga untuk kedepan semua acara-acara besar di Lehong ini sebagai pusatnya,” jelasnya.

Kata Marto, untuk sekema pembiayaan tergantung Bupati dan DPRD bagaimana prioritas-prioritas pembangunannya. “Kami akan berjanji dengan BP3 untuk bagaimana skema pembiayaannya kalau pembangunan ini kita mulai dengan anggaran 1,4 miliard seperti apa kita urutkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah untuk bisa menyelesaikan pembangunan ini. Nanti kami akan mempresentasekan kemudian nanti setelah itu ke DPRD untuk mempertanggung jawabkan  kira-kira seperti apa dari sisi anggarannya. Kami akan tampilkan anggaran secara keseluruhan dari konstruksi besar ini berapa miliard lalu kami bagi pertahun anggaran sehingga di dinas  PUPR atau Tapem akan muncul di RKT, ” jelasnya.

Marto menjelaskan, terkait dengan daerah terbuka dapat difungsikan. “Kalau di dalam ruang terbuka ini ada yang namanya monumen. Monumen tersebut sebagai pusat. Pola ruangan kita adalah pola ruangan radial atau terpusat sehingga semua titik orientasi pintu kantor itu berorientasi pada pusatnya dan itu yang disebut monumen. Simbolnya bahwa apapun itu kita akan tetap berpusat pada  pusat monumen dan  kita juga konsisten pada rumah adat yang induknya sebagai Siri BongkokBongkok, ” ungkap Marto

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas SH,M.Hum mengatakan dirinya sangat menyambut baik atas dibangunnya gedung upacara yang berpusat di LehongLehong tersebut.

Bupati Agas menjelaskan, pembangunan gedung upacara tersebut akan berkelanjutan dan di anggarkan setiap tahun oleh Pemda Kabupaten Manggarai Timur. (Humas Matim + SJ)