Beranda Nasional Persoalkan Integritas Capim KPK, PP GMKI Desak DPR Bekerja Secara Independen dan...

Persoalkan Integritas Capim KPK, PP GMKI Desak DPR Bekerja Secara Independen dan Bebas Dari Intervensi

166
0
JAKARTA, RANAKA-NEWS.com – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) mendesak DPR bekerja secara independen dan bebas dari intervensi pasca Presiden menyerahkan sepuluh calon pimpinan (Capim) KPK kepada DPR. Hal itu disampaikan PP GMKI setelah melakukan diskusi di Sekretariat PPGMKI, Jalan Salemba Raya 10 Jakarta Pusat, Rabu, (4/09).

Diskusi dengan tema ‘Menjawab Integritas Sepuluh Calon Pimpinan KPK’ tersebut membedah proses seleksi Capim KPK dengan integritas tinggi dan lembaga KPK tetap menjadi kepercayaan masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Ketua Umum PP GMKI Korneles Galanjinjinay mengatakan, integritas dan independensi kesepuluh nama Capim KPK yang sudah diserahkan Presiden ke DPR masih dipersoalkan publik karena beberapa Capim belum menyerahkan LHKPN.

Bolanya sekarang di DPR maka kami berharap komisi III dapat bekerja secara independen dan bebas dari intervensi partai politik dalam menetukan pimpinan KPK yang berintegritas, professional, independen dan pro terhadap anti korupsi,” tegasnya.

Dijelaskan Korneles, diskusi tersebut juga membahas tentang adanya beberapa penegak hukum yang ikut seleksi termasuk Polri. Sementara itu, Kurnia Ramadhana (ICW) mengatakan dari  beberapa literatur bahkan survey menunjuk penegak hukum masih urutan bawa dalam hal pemberantasan korupsi.

“Baiknya penegak hukum diberdayakan di instansi, pos khusus percepatan pemberantasan korupsi. Selain integritas, rekam jejak orang-orang yang ikut seleksi yang hasilnya sudah diserahkan pansel, tidak menggambarkan masa depan cerah pemberantasan korupsi. Harapannya sebaiknya fit and proper test yang dilakukan DPR baru karena mereka mitra kerja mendatang dan tetap mempertimbangkan masukan berbagai pihak,” jelasnya.

Nanang, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK mengatakan sebaiknya pimpinan KPK punya integritas, track record, asal usul yang jelas. “Di usia ke 17 tahun wajar jika wadah pegawai KPK berbicara lantang karena mulai dianggap genit, nakal dan mengganggu kepentingan orang yang bersinggungan atau tidak bersinggungan langsung kerja-kerja KPK.Harapannya dengan gesitnya KPK Negara kita bebas dari korupsi,” jelas Nanang.

Lembaga KPK selama ini masih tetap menjadi kepercayaan publik, hal itu disampaikan David Surya pengacara muda yang hadir sebagai salah satu narsumber dalam diskusi tersebut. “KPK lembaga yang diakui tingkat kepercayaannya selama ini, hampir setiap adanya kasus OTT yang dirilis KPK praduga tak bersalah lagi hampir tidak berlaku karena kepercayaan itu,” jelas Surya.

Penulis : Rico Adoe