Beranda Politik Yusuf Kuahaty : Hadirnya Perempuan Membuat Lembaga Dewan Bergairah

Yusuf Kuahaty : Hadirnya Perempuan Membuat Lembaga Dewan Bergairah

754
0

KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Belum lama ini Ketua Pengadilan Tinggi Negeri Kupang mengambil sumpah dan janji jabatan anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019-2024. 12 ( Dua belas)  perempuan NTT dipercaya untuk menyuarakan aspirasi rakyat di lembaga dewan terhormat.

Terhadap peningkatan keterlibatan perempuan dalam kancah politik tersebut mendapat apresiasi dari Drs. Yusuf Kuahaty, SU Dosen senior Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang.

Yusuf menjelaskan, fenomena perempuan dalam perpolitikan NTT mengalami perubahan, hadirnya perempuan membuat lembaga dewan bergairah. Hal itu disampaikannya kepada media Ranaka- News.com usai jumpa pers Expo hasil Index Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi NTT Tahun 2018 yang bertempat di Aula Kantor BPS Provinsi NTT, Jumat (6/9/2019).

“Ketika perempuan sudah diberi kepercayaan untuk duduk di badan legislatif harus dibuktikan kapasitas dan kapabilitasnya karena merupakan representasi dari perempuan yang lain sehingga dapat membangun kepercayaan kepada perempuan yang lain bahwa ternyata ketika dipercaya dan digabungkan disana membuat lembaga itu bergairah,” ungkapnya.

Peningkatan perempuan untuk duduk di badan legislatif pada tingkat provinsi itu harus diapresiasi sebagai sebuah langkah maju dalam kehidupan berdemokrasi di NTT. Itu juga suatu fenomena yang menunjukkan bahwa perempuan di mata para pemilih sudah mengalami perubahan dalam persepsi mereka.

Mungkin saja orang menganggap bahwa perempuan itu hanya berkiprah di pusat-pusat kerumahtanggaan tetapi ternyata beberapa perempuan sudah menunjukkan prestasi dalam dunia politik.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa pada tingkat nasional maupun tingkat internasional perempuan memiliki peran sangat luar biasa karena dia bisa membangun komunikasi, membangun harmonisasi,  bisa membuat suasana di dalam suatu persidangan atau kelompok kerjasama.

Dirinya menyarankan, agar siapapun perempuan yang mempunyai cita-cita untuk ada dalam lembaga legislatif, mulai sekarang mesti belajar bagaimana tugas, fungsi, peran ketika masuk di lembaga legislatif.

“Bagi yang gagal harus membangun suatu konsep bahwa sebenarnya bukan gagal namun sebuah kesuksesan yang tertunda,” tutupnya. (MD)