Beranda Politik Niat Melayani Masyarakat Lembur, Begini Kata Helmince Djabur

Niat Melayani Masyarakat Lembur, Begini Kata Helmince Djabur

534
0

BORONG, RANAKA-NEWS.com – Helmince Djabur telah mendaftarkan diri sebagai salah satu calon Kepala Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, NTT, Jumat 6 September 2019 lalu.

Saat ditemui di kediamannya, Minggu (8/9/2019) dirinya mengatakan pemimpin itu sebagai jembatan melayani masyarakat dalam semua aspek pembangunan.

“Arti sebenarnya pemimpin itu melayani, melayani seluruh aspek yang dibutuhkan masyarakat, seperti seorang ibu yang bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh anak-anaknya,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan dalam konteks melayani masyarakat Lembur, pemimpin mesti memahami permasalahan yang sedang dialami masyarakat dan mencari solusinya.

“Persoalan pembangunan di Lembur begitu banyak, seperti; pengelolaan air minum bersih masih belum maksimal, kesehatan ibu dan anak, rutilahu, lansia, disablitas dan lainnya, butuh pemimpin yang mau rela berkorban untuk mencari solusi dengan politik anggaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dalam konteks politik anggaran, seorang kepala desa mampu membangun mitra kerja dengan BPD sebagai DPR terkecil di tingkat desa serta melaporkannya secara transparan kepada masyarakat. Selain itu, seorang kepala desa mampu melakukan lobi politik ke tingkat atasnya, baik dengan Camat, Bupati, DPRD Kabupaten, Gubernur, DPRD Provinsi bahkan sampai ke tingkat pusat.

“Singkatnya pemimpin mampu membangun jaringan, bukan janji-janji manis, bukan omong besar yang masyarakat justru tidak paham, ” jelasnya.

Helmince Djabur, calon Kades Lembur saat mendaftarkan diri ke panitia (foto, doc. pribadi)

Srikandi Lembur; Bukan Titipan Orang Lain

Selanjutnya Helmince mengatakan, sebagai seorang perempuan, dirinya tak tegah dimanfaatkan orang lain dalam pentas politik pemilihan Kepala Desa Lembur 2019. Dirinya memiliki niat yang tulus untuk mengurus rakyat berdasarkan keprihatinannya setelah melihat pola kebijakan dan permasalahan pembangunan di Lembur selama ini.

“Saya tegaskan, saya tak ingin menjadi bayangan orang lain atau disuruh orang lain untuk maju dalam pencalonan kali ini. Berdasarkan keprihatinan melihat pola pola kebijakan pembangunan dan permasalahan pembangunan di Lembur saya nyatakan diri untuk maju. Saya membuka sejarah baru bagi kaum perempuan Lembur bahwa ternyata ada perempuan Lembur yang berani berpolitik dalam pemilihan kepala desa,” tegasnya.

Kepada masyarakat Lembur, dirinya meminta dukungan serta doa agak sukses dalam pemilihan Kepala Desa Lembur serta selalu menjaga situasi dan kondisi agar selalu kondusif.

“Kepada seluruh masyarakat Desa Lembur saya memohon dukungan dan doa, ciptakan sejarah baru bahwa Desa Lembur dipimpin oleh perempuan. Jangan karena politik hubungan persaudaraan kita jadi retak,” tutupnya. (*)