Beranda NTT Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu di NTT Gelorakan Semangat Pencegahan Stunting

Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu di NTT Gelorakan Semangat Pencegahan Stunting

204
0

KUPANG, RANAKA-NEWS.com Kegiatan Jambore Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tingkat Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2019 menggelorakan semangat untuk mencegah stunting. Kegiatan yang diselenggarakan  selama 3 ( tiga) hari yakni dari tanggal 9– 11 September 2019  bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur  Provinsi NTT, Senin (10/9/2019).

Nara Sumber: Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Dinas PMD Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Plan Indonesia.

Peserta yang hadir terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas  PMDKabupaten/KOta, TP-PKK Kabupaten /Kota,TP- PKK Desa/Kelurahan, Kader Posyandu.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Yosef Nae Soi, dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat bekerjasama dalam pencegahan stunting.

“Kader adalah orang-orang yang tidak pernah putus asa, orang yang tidak pernah kenal lelah, itu namanya kader. Saya yakin bahwa kader PKK, kader Posyandu pasti semangat dan kader yang benar-benar militan,”ungkapnya.

Wagub Yosef meminta agar ke depan  setiap dua atau tiga bulan, kader mengidentifikasi permasalahan kesehatan khusus terkait gejala stunting dan mencari solusinya.

“Apakah gejala-gejala stunting di NTT turun atau bertambah sehingga pada saat Jambore lagi kita sudah memiliki data yang lengkap. Bagaimana kegiatan 1 tahun lalu dan hasilnya terukur, sehingga kita bisa evaluasi kinerja kita sebagai kader. Dan  soal faktor stunting tidak hanya karena kondisi gizi buruk tapi faktor lingkungan kita, sanitasi juga dapat menyebabkan stunting,”tandasnya.

Kadis PMD NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk dalam sambutannya mengapresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur NTT dan kader PKK serta Kader Posyandu dari 22 Kabupaten/Kota di NTT.

Sinun Petrus mengatakan,tujuan dari kegiatan Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu kali ini adalah untuk memberikan motivasi kepada para kader PKK dan Kader Posyandu yang ada di Desa/ Kelurahan untuk lebih berperan aktif dalam meningkatkan kualitas Gerakan PKK dan daya juang dalam mengembangkan posyandu kearah kemandirian.

Dijelaskannya bahwa maksud terselenggaranya kegiatan Jambore tahun 2019 ini adalah untuk menghimpun para Kader PKK dan Kader Posyandu berprestasi dari 22 Kabupaten/Kota se-NTT.

“Dengan semangat Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Tahun 2019, Bersama kita mencegah stunting di Nusa Tenggara Timur, uJarnya.

Lanjutnya, Untuk meningkatkan kapasitas Kader PKK dan Kader Posyandu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional.

Mengetahui daya serap, kepedulian dan tanggung jawab Kader PKK dan Kader Posyandu dalam memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di wilayah kerjanya secara efektif dan efisienJuga untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kader PKK dan Kader Posyandu atas pengabdiannya selama ini.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Manggarai Barat (Mabar) diwakili oleh Merry Banu, kepada media ini Ia mengatakan, saat ini Ketua PKK sedang mengikuti kegiatan Dekranasda di Jakarta karena itu saya yang mewakili.

Menurut Merry, Jambore ini telah kami laksanakan mulai dari tingkat kecamatan yang menghadirkan desa-desa untuk lomba tersebut. Setelah lomba ditingkat kecamatan  dan yang juara ditingkat kecamatan dilanjutkan ketingkat Kabupaten.

“Yang hadir saat ini adalah peserta-peserta terbaik dari kabupaten, yaitu: Program Sekretaris, Program Kerja (Pokja 1,2,3,dan 4), Kader PKK dan Kader Posyandu,”ujar Merry.

Kader Posyandu dari desa model yaitu tentang pemantauan bayi baru lahir dan kami tidak lain kali ini adalah untuk mencegah stunting sehingga banyak materi-materi yang dibahas adalah tentang stunting.

Desa Model ada dua desa yaitu Desa Golo Semang Kecamatan Sano Nggoang dan Desa Bore Kecamatan Ndoso.

“Kami dari PKK Manggarai Barat merasa bangga dan program ini sangat bermanfaat untuk kesehatan khususnya bagi anak yang usia di bawah Dua tahun, sehingga dengan kegiatan posyandu ini masyarakat lebih memahami tentang pencegahan stunting”, tandasnya.

Lanjutnya, Persoalan Stunting di Manggarai Barat masih sangat tinggi artinya kesadaran masyarakat kaitannya dengan PHBS masih rendah.

“Harapan kami dengan adanya program dari pemerintah kaitannya dengan pencegahan stunting artinya generasi muda dalam hal ini mulai dari bayi sampai umur Dua tahun, lebih baik dari tahun-tahun kemarin. Sehingga generasinya generasi emas, generasi yang cerdas dan generasi yang sehat. Sehingga kami yang tua boleh tumpas tapi yang muda tetap bertunas dan dengan pikiran yang cerdas untuk membangun Manggarai Barat Kedepannya,”pungkasnya.(MD)