Beranda Politik Pengacara Sam Haning Ancam Lapor Balik Jika Laporan Kliennya Tidak Dicabut

Pengacara Sam Haning Ancam Lapor Balik Jika Laporan Kliennya Tidak Dicabut

264
0

KUPANG, RANAKA-NEWS. com – Pengacara Kondang Samuel Haning, SH, MH kuasa hukum dari BPR Christa Jasa Perdana ( CJP) dan Wilson Liyanto, mengancam akan lapor balik jika laporan klien nya tidak dicabut  oleh pelapor, Rahmat SE ( Rafi) dan Istrinya ( Sri Wahyuni).

Hal ini diungkapkan oleh pengacara Samuel Haning yang didampingi oleh Christofel Liyanto,SE ( Komisaris utama BPR CJP ) Lanny Tadu ( Direktur BPR CJP) Sam Asadoma ( Konsultan Hukum BPR CJP) Fransisco Besi  dan Wilson Liyanto dalam Jumpa Pers dengan awak media di Palapa Resto & Kafe Kupang, Selasa ( 10/9/2019).

Pengacara Samuel Haning yang akrab disapa Sam Haning menjelaskan bahwa hubungan antara kliennya yakni BPR Christa Jaya Perdana ( CJP) dengan Rahmat SE ( Rafi) dan Sri Wahyuni ( Istri Rafi) yakni menjadi nasabah  di BPR CJP sejak 17 Maret 2014 dan meminjam kredit senilai total Rp 425 Juta.

Sedangkan hubungan Rafi dan istrinya dengan Wilson Liyanto dalam bisnis bursa jual beli mobil bekas sejak Desember 2013 dengan modal dari Wilson Liyanto.

Berjalannya waktu bisnis itu berkembang pesat hingga di tahun 2015 dan 2016 total mobil 50- 60 unit dengan total investasi modal pinjaman mencapai Rp 5 miliar dari pihak Wilson Liyanto, dengan Rafi meminjamkan aset pribadi dan aset showroom dan lainnya.

” Setelah itu Rafi mulai menipu klien saya. Dia menjual mobil namun BPKB nya ada di klien saya. Dan uang hasil jualannya pun tidak di setor. Kemudian dia dikejar- kejar oleh pembeli mobil dan tunggakan utang sangat besar sehingga dia memberikan rumah dan kunci beserta isinya kepada klien saya,” kata Sam.

Lanjutnya, Rafi yang sempat melarikan diri namun ditangkap di Makassar setelah kasus penipuannya terungkap balik terhadap BPR CJP, Wilson Liyanto dan pembeli mobil tanpa BPKB.

” Ini kan aneh, kok klien saya yang dirugikan malah istri Rafi melaporkan klien saya dengan tuduhan dugaan melakukan pencurian dengan pemberatan ( Curat),” ungkap Haning.

Namun saat ini sikap kami jelas bahwa pihak CJP dan Wilson masih membuka ruang untuk Rafi beritikat baik menyelesaikan semua kewajibannya terutama kepada pembeli mobil. Namun jika tidak melakukannya maka klien kami akan laporkan balik Rafi dan isterinya ( Sri Wahyuni ) yang sudah merugikan klien kami.

Sementara itu, Christofel Liyanto menambahkan bahwa dirinya merasa dirugikan, namun aset yang disita bisa dijual menutupi kerugianya dan Wilson Liyanto namun yang menjadi persoalan adalah posisi saat ini dirinya malah menjadi tersangka dugaan pencurian aset milik Rafi.

Christofel berharap agar Rafi dan isterinya segera lakukan upaya pertemuan dan diskusi dengan pihaknya untuk mencabut laporan serta pulihkan nama baik dan selesaikan masalah utang piutang, dan Rafi juga harus menyerahkan BPKB kepada 200- an pembeli mobil. Karena kasian mereka.

” Kami Masih membuka ruang bagi Rafi dan isterinya untuk diskusi dan mencabut laporan, jika tidak saya sudah serahkan kepada kuasa hukum untuk melakukan upaya hukum demi pemulihan nama baik kami. Karena laporan isteri Rafi sudah dimuat di media massa, ini menimbulkan kerugian bagi kami atas kepercayaan masyarakat. Jika kami meminta aset Rafi dan menjualnya maka itu hak kami sesuai perjanjian kredit,” pungkas Christofel. (TD)