Beranda NTT NTT Harus Hidupkan Event di Darat Maupun di Laut

NTT Harus Hidupkan Event di Darat Maupun di Laut

220
0

KUPANG, RANAKA – NEWS. com – Ekspo Alor ke-13 merupakan ajang pertemuan para pelaku ekonomi dan masyarakat lokal dengan menampilkan seluruh produk unggulannya, pakian adat, dan pertunjukan seni budayanya masing- masing. Berharap NTT itu selalu hidup dengan berbagai event, tidak hanya event yang berkaitan dengan pariwisata saja, tetapi juga menggali potensi- potensi lainnya seperti budaya, baik event yang dilakukan di darat maupun dilaut seperti wisata bahari terus didorong oleh kabupaten / kota masing- masing.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Dr. Ardu Marius Jelamu, M.Si didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Wayan Darmawa dalam jumpa pers di John’s Hotel Kupang, Jumat (13/9/2019).

Ekspo ini merupakan suatu kesempatan bagi NTT pada umumnya, khususnya Kabupaten Alor untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata, ekonomi kreatif, tarian daerah, peninggalan budaya, dan pakian adatnya.

Disampaikannya bahwa Ekspo Alor ke -13 tahun 2019 akan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi pada Senin, 16 September 2019 di Kalabahi Ibu Kota Kabupaten Alor.

Ekspo Alor ke -13 dan Karnaval ke-5 tahun ini akan berlangsung selama seminggu, terhitung sejak 16-21 September 2019 yang diikuti 17 kecamatan.

” Pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi diharapkan bisa mendorong perekonomian di NTT kedepan. Tahun 2020, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo sudah selesai dibangun,dan dipulau Timor, ada 4 bandara internasional , yaitu Bandara Internasional El Tari Kupang, dengan rute Oekusi, Suai dan Dilli, Negara Timor Leste” kata Marius Jelamu.

” Kita memberikan apresiasi kepada Kabupaten Alor yang menyelenggarakan kegiaran Ekspo Alor ke -13 dan Karnaval ke -5 tahun ini. Kita juga memberikan apresiasi kepada Bupati Sabu Raijua beserta jajaranya yang menyelenggarakan festival serupa. Kita juga mendorong para bupati/ wali kota se- NTT untuk menyelenggarakan festival- festival besar yang menjadi bagian penting dari pariwisata,” ujar Jelamu.

Lanjutnya, khusus untuk Bandara Internasional Suai di negara Timor Leste yang berdekatan dengan Kabupaten Malaka, menurutnya merupakan kesempatan emas bagi masyarakat Malaka untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata dan budayanya yang nantinya sekaligus sebagai pintu masuk ke NTT.

” Dalam waktu dekat ini kita juga membuka penerbangan Kupang- Darwin- Dili dengan pesawat Trans Nusa, dan diharapkan bisa diikuti dengan maskapai penerbangan lainya nanti” harap Mantan Kadispar NTT ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Wayan Darnawa mengatakan, target besar dari Ekspo ini untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata dan budaya di daerahnya masing- masing.

Menurutnya pembangunan pariwisata di NTT harus disesuaikan dengan karakteristik daerahnya masing- masing.

Sesuai dengan kebijakan Gubernur NTT,  kata Wayan, pada tahun 2020 nanti, setiap kabupaten / kota yang menyelenggarakan ekspo atau festival sekurang- kurangnya harus ada penambahan 5 produk baru dengan temanya masing- masing.

Misalnya, dalam Ekspo Alor ke – 13 dan Karnaval ke-5 tahun ini, adakah perubahan- perubahan baru yang muncul ,seperti pengenaan warna kostum bagi peserta karnaval dan produk unggulan dari 17 kecamatan yang berbasiskan pertanian, perikanan, serta pedagang kulinernya.

Pagelaran ekspo itu bukan banyaknya jumlah stand yang disiapkan, tetapi yang dilihat adalah berapa jenis produk baru yang ditampilkannya.

” Jadi, ukurannya bukan karena hotel berbintang 5 pariwisata bisa maju di suatu daerah , tetapi karena keunikan atau karakteristik daerahnyalah yang membuat para wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara datang kesana, seperti keunikan tenun ikatnya, keunikan kulinernya, dan sebagainya” kata Mantan Kepala Bappeda NTT ini. (MD)