Beranda Daerah Pesan Kesan KKN 2019 Gelombang II Universitas Nusa Cendana Kupang di Kabupaten...

Pesan Kesan KKN 2019 Gelombang II Universitas Nusa Cendana Kupang di Kabupaten Alor

1354
0

ALOR, RANAKA-NEWS.com – Pemerintah Kabupaten Alor memberikan ucapan pesan kesan dan harapan saat penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata( KKN)  Universitas Nusa Cendana  (Undana) Kupang di Aula Kantor Camat Alor Barat Laut, Jumat 30/8/2019).

Sebanyak 39 mahasiswa KKN gelombang ke-II Kabupaten Alor dilakukan penarikan usai ber KKN Di Kecamatan Alor Barat Laut ( ABAL) yang tediri dari 1 Kelurahan ( Kelurahan Adang) dan 2 Desa ( Desa Aimoli, Desa Lefokisu)

Camat Alor Barat Laut Debri Alelang S.E, dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana Kupang karena sudah memilih daerah ini sebagai lokasi KKN dan juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada 39 Mahasiswa yang sudah ber KKN di tempat ini, karena telah datang dan hidup berbaur dengan masyarakat dan telah membantu masyarakat bagaimana nantinya hidup mandiri dan kreative dalam menghadapi gejolak kehidupan.  Muda-mudahan kehadiran dari adik-adik Mahasiswa dapat membawa perubahan dan memberi manfaat bagi masyarakat saya di tempat ini.

Wanita yang di kenal tegas itu juga menyampaikan permohonan maaf jika selama di lokasi KKN kurang adanya perhatian dan partisipasi, baik itu dari pihak pemerintah maupun masyarakat di 1 kelurahan dan 2 Desa.

Lanjut Debri sembari matanya berkaca-kaca (Menangis)  menyampaikan isi Pesan Kepada ke 39 Mahasiswa. ” saya tidak punya apa yang bisa membalas semua jeri lelah dari adik-adik mahasiswa, tetapi doa tulus saya agar Tuhan Sang pemilik hidup ini memberi berkat kesuksesan kepada adik-adik mahasiswa sekalian, Ingat setiap langkahmu harus andalkan Tuhan, Ingat jerih payah orang tuamu, kesulitan apapun yang adik-adik hadapi dalam kuliah harus tetap optimis dan harus sampai selesai, Ingat hidup harus menjadi contoh yang baik agar menjadi berkat bagi orang lain.

Sementara mewakiil Ke 39 mahasiswa KKN, Samuel Padakama dalam penyampaiannya ia mengatakan, “tidak henti-hentinya kami berterima kasih sekaligus mengapresisai atas dukungan dan kerjasama yang baik dari pemerintah melalui RT, RW dan Kepala Desa atau Lurah dalam pelaksnaan masa pengabdian KKN, kurang lebih 50 hari ini. Jika tanpa mereka pasti semuanya tidak akan berjalan dengan baik. Kami juga berharap apa yang sudah kami praktekan di sini dapat di lanjutkan oleh masyarakat. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam buat keterbukaan hati masyarakat yang sudah mau menerima kami seperti anak kandung bapa mama sendiri. Menurut saya sikap baik yang di tunjukan oleh masyarakat di daerah ini akan mengubah maensed dan pola pikir orang luar mengenai Alor yang identik dengan keras dan jahat. Dan secara pribadi saya melihat bahwa masyarakat di daerah ini pemikirannya maju jauh ke depan. Sebagai contoh ketika kami berkunjung ke rumah-rumah warga dan mereka begitu antusias menerima kami dan kami pun bertanya mengapa bapak, mama begini baik. Sembari tersenyum mereka menjawab ” suatu kali kelak anak cucu kamipun akan pergi ke kampung halamannya orang dan pastinya mereka akan di layani seperti ini”.

Lanjut Samuel, mahasiswa Jurusan Ilmu Peternakan UNDANA ini di depan Camat Alor Barat Laut ia juga mengkritik dinas peternakan Kabupaten Alor. Menurutnya dinas peternakan belum optimal dalam pelayanan, karena sekarang banyak ternak yang terkena penyakit bahkan mati tetapi penanganannya tidak maksimal.

Penyakit yang paling banyak ialah Skabies, hampir semua jenis ternak terserang penyakit ini. ia juga mengatakan bahwa ” dari dinas peternakan melakukan pelayanan terhadap masyarakat kecuali ada telepon dari masyarakat. Bayangkan kalau masyarakat yang tidak punya alat komunikasi apakah ternak mereka di biarkan mati? inikan kasihan”. Bahkan yang lebih mengecewakan ialah ketika kami bersurat ke Unit Pelayanana Teknis ( UPT) peternakan Kecamatan Alor Barat Laut untuk meminta bantuan obat guna pelayanan di masyarakat kelurahan Adang, tetapi tidak ada tindak lanjut. Janji 1 minggu akan di konfirmasi tetapi itupun hanya tinggal janji. Mungkin Stoknya habis,”ujarnya.

Sesaat setelah penarikan di Kecamatan Alor Barat Laut dilanjut penarikan di tingkat Kabupaten.  Dalam temu pisah bersama Bupati Alor yang di wakili Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Alor, Amirullah, SH . Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi Universitas Nusa Cendana yang mau bekerja sama dengan pihak Pemerintah Kabupaten Alor. Karena sudah kurang Lebih 5 tahun Universitas Nusa Cendana putus hubungan kerja sama dalam hal pengabdian kepada Masyarakat untuk mahasiswa KKN.

“Dengan adanya mahasiswa KKN dapat turut menjawab dan mendukung program pemerintah yaitu Alor kenyang, Alor Sehat dan Alor pintar,”kata Amirullah.

Lanjut Amirullah, menurutnya orientasi orang tua setiap daerah di Nusa Tenggara Timur ini adalah pegawai negeri, namun ruangnya sangat sempit sehingga di perlukan adik-adik mahasiswa harus mempunyai intelektualitas, moral, dan etika serta kreativitas yang tinggi. Dikatakannya, bahwa agar setiap mahasiswa harus tananamkan visi dalam diri mulai dari sekarang, agar dapat menjawab tantangan yang ada. Baginya mahasiswa yang mempunyai visi dalam diri ialah mahasiswa yang mempunyai tujuan hidup.

Pria yang di kenal santai dan energic tersebut mengatakan bahwa sampai sejauh ini ouput yang di hasilkan oleh Undana untuk daerah ini cukup besar di semua sektor,  sebagai salah satu contohnya ialah bapak bupati saat ini, Dr. Amon Djobo. Beliau adalah alumni Undana dan 70–75 % semua pejabat daerah lulusan/tamat dari Undana. Apakah Undana bisa mempertahankan itu atau tidak?,  jawabanya ada di dalam diri adik-adik mahasiswa sekarang.

Kegiatan penarikan mahasiswa KKN juga dihadiri oleh dosen pendamping lapangan Alfred Eanamau.  Dalam Laporannya ia juga berharap agar apa yang dilakukan mahasiswa dapat memberi manfaat bagi pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Alor terkhususnya  di Kecamatan Alor Barat Laut yakni Kelurahan Adang, Desa Aimoli dan Desa Lefokisu.

“Kami tetap berharap agar pemerintah tetap mau bekerja sama dangan universitas Nusa Cendana Kupang. Kami juga memohon maaf jika dalam kegiatan ini masih banyak kekurangan,” tutup Alfred.

Penulis : PS

Editor : Mathildis Din