Beranda NTT BNNP NTT ungkap Dua Kasus Peredaran Gelap Narkotika di Sikka Maumere Flores

BNNP NTT ungkap Dua Kasus Peredaran Gelap Narkotika di Sikka Maumere Flores

209
0

KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional ( BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal tahun 2019 telah berhasil mengungkap dua ( 2) kasus peredaran gelap Narkotika di wilayah provinsi NTT.

Saat ini, kedua kasus tersebut telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk dibawa ke pengadilan dan disidangkan. Sebenarnya selama  tahun 2019 ada 5 kasus peredaran gelap narkotika di wilayah NTT yang sedang ditangani BNNP NTT.

Hal ini terungkap dalam acara press realese yang digelar BNNP NTT di Aula Kantor BNN tersebut, Kamis ( 19/9/2019) siang.

Acara press realese tersebut dipandu Hendrik J. Rihi, M.H selaku Kabid P2M, Kabid umum, Anwar Gemar, Kabid Pemberantasan BNNP NTT, Kompol Dony Bramanto, S.I.K.

Kompol Dony Bramanto, menjelaskan pada awal Mei 2019, BNNP NTT mendapat informasi  dari masyarakat perihal adanya warga yang sering nongkrong di kos- kosan wilayah Kampung Garam , Jalan Diponegoro Maumere, Kabupaten Sikka. Kebiasaan nongkrong tersebut  terasa aneh dan mencurigakan bagi warga sekitar.

Berdasarkan laporan tersebut, tim intelijen BNNP NTT kemudian melakukan pelacakan dan menemukan adanya transaksi narkoba.

Setelah mendapat momen yang tepat, tim BNNP NTT kemudian menangkap dua warga yang memiliki dan mengkomsumsi narkoba jenis Shabu yakni berinisial I alias A dan seorang lain juga  berinisial I.

Dari hasil penggerebekan, tim BNNP NTT mendapatkan barang bukti  berupa paket Shabu seberat 0,1414 gr dan paket Shabu seberat 0,4804 gr. Selain itu juga di TKP ditemukan pemantik, 1 bungkus Rokok LA yang berisi 7 batang rokok, dan Shabu sisa pakai. Bersama barang bukti, kedua tersangka tersebut lalu dibawa ke Kupang  untuk diproses lebih lanjut.

Kompol Dony Bramanto, kata dia, dari hasil penyelidikan Bidang Pemberantasan BNNP NTT, menunjukan bahwa kedua tersangka mendapatkan Shabu dari pedagang  berinisial I asal Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Kini tersangka I sudah ditetapkan menjadi DPO.

“Atas kepemilikan dan penggunaan narkotika tersebut, tersangka I alias A dikenakan pasal  114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf A Undang- Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara tersangka I dikenakan pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf A Undang- Undang  No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua tersangka terancam pidana penjara lebih dari lima tahun,”kata Dony Bramanto.

Setelah proses pemberkasan selesai, kata Dony Bramanto, penyidik BNNP NTT kemudian melimpahkan berkas Berita Acara Pemeriksaan ( BAP) beserta kedua tersangka kasus narkoba itu ke jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejati NTT. Kedua tersangka tersebut  kini telah dilimpahkan ke Kejari  Maumere di Kabupaten Sikka untuk dibawa ke Pengadilan Negeri ( PN) Maumere  untuk disidangkan.

Sementara itu Kepala BNNP NTT, Teguh Imam Wahyudi, SH.,MM, mengatakan Peredaran Gelap Narkoba di wilayah NusaTenggara Timur umumnya melalui jalur perhubungan laut dibanding perhubungan darat dan udara. Karena itu, upaya pencegahan masuknya peredaran gelap narkotika di wilayah Indonesia termasuk wilayah NTT haruslah lebih diperketat.

Selain yang ditangani BNN, beberapa kasus narkoba di wilayah NTT ditangani pihak kepolisian. Diharapkan masyarakat ikut mendukung upaya BNN dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba. (MD)