Beranda Bisnis Kepala BPS : “Sensus Penduduk 2020 Diharapkan Coverage mencapai 100 Persen”

Kepala BPS : “Sensus Penduduk 2020 Diharapkan Coverage mencapai 100 Persen”

230
0

KUPANG, RANAKA- NEWS.com –Tahun 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan kegiatan akbar. kegiatan besar yaitu Sensus Penduduk ( SP) dimana Sensus Penduduk 10 tahun sekali.

Sensus terakhir itu 2010. Sensus yang 2020 ini nanti sensus yang ke -7. Diharapkan dari sensus penduduk ini “coveragenya yang sensus 100 persen”. Artinya semua orang itu terdata. Semua orang itu disensus.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, S.E,M.Si ketika membuka kegiatan Expose Data Pariwisata dan Perannya Dalam Perekonomian  Nusa Tenggara Timur, di Hotel Sotis, Selasa ( 24/9/2019).

Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, kenapa sosialisasi jauh- jauh hari ditakutkan jangan sampai ada penduduk Indonesia tidak tersensus atau tidak terdata.

” Makanya kita punya respek untuk sensus penduduk ini dengan Mencatat Indonesia. Mencatat berarti kita warga Indonesianya harus dicatat. Kalau tidak dicatat ya nanti tidak masuk sebagai warga negara Indonesia,” kata Maritje.

Pidato Pak Presiden RI, Joko Widodo, menyatakan bahwa Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita. Dan data itu lebih berharga dari minyak. Oleh karena itu, beliau berharap kedaulatan data harus diwujudkan. Hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi. Pidato kenegaraan,”kata Maritje.

“Karena akhir- akhir ini kita dengar ada data pribadi yang dibocorkan. Ini yang berbahaya sekali. Makanya nanti ada regulasi yang akan disiapkan untuk mengamankan data pribadi warga negaranya.


Maritje menjelaskan Sensus Penduduk 2020  berbeda dari sensus penduduk 2010. Sensus Penduduk 2020 menggunakan Combinet Method yang menggunakan data registrasi penduduk dari Ditjen Dukcapil, kemudian diupdate  oleh BPS, supaya menghasilkan Satu data kependudukan.

Di jelaskannya juga Sensus Penduduk 2020 ini ada dasarnya. Jadi sesuai dengan Undang- Undang tentang statistik Nomor 17 tahun 1997 itu terkait dengan sensus.

Tercatat dalam UU itu sensus penduduk dilakukan 10 tahun sekali. Kemudian juga sensus penduduk ini dasarnya berdasarkan Resolusi United Nations ( RUN) 2020.

“Penduduk datanya bisa direkap dan dicatat secara menyeluruh. Kemudian data SP ini kita akan mendata secara De facto dan De jure. Kemudian juga dengan SP ini kita bisa menyediakan para meter demografi. Pemanfaatannya juga dari SP kata maritje,  kita bisa mengetahui total angka kelahiran di NTT. Di Nusa Tenggara Timur angka kelahiran masih tinggi. Kemampuan seorang ibu melahirkan anak 3- 4 anak. Dari data SP NTT luar biasa kelahiran hidupnya ini. Ada kelahiran hidupnya empat puluh lima per seribu kelahiran. Angka kematian bayi juga masih tinggi yaitu 24 kematian perseribu kelahiran hidup. Jadi dari SP 2020 kita bisa lakukan banyak kajian- kajian. Ini yang pertimbangan untuk ahli- ahli demografi,” jelas Maritje.

Lanjutnya, pemanfaatan lain SP adalah mendata penduduk lansia.  Jumlah Lansia  Indonesia tahun 2045 penduduk lansia itu akan meningkat 2 kali lipat yaitu 63,31 Juta (19,85%).

Jumlah Lansia Indonesia 2015 sebanyak 22, 9juta (9,00%). Di NTT 422,2ribu (8,24%).  termasuk kita- kita ini. Kita termasuk kelompok lansia,” kata dia. Di NTT 1, 02 Juta (14,35%).

“Penduduk Lansia di NTT sudah berapa banyak neh, dan pemerintah harus menyikapi itu. Lansia tidak bisa ditelantarkan saja,” ujar Maritje.

Berikut tahapan kegiatan sensus penduduk 2020:

1. Koordinasi dan Konsolidasi.  Koordinasi Konsolidasi sensus penduduk 2020 dengan stakeholder terkait untuk memperoleh dukungan dan kolaborasi dalam menyukseskan sensus penduduk 2020.

2.Penyiapan Basis Data Dasar. Penyiapan basis data Adminduk sebagai dasar untuk keperluan pendataan mandiri. Output: basis data dasar penduduk menurut SLS terkecil.

3.Sensus Online. Masyarakat melakukan pendataan mandiri melalui : link https : sensus. bps.go.id.

-Pendekatan Institusi ( SMA,PTN,Ketua SLS,PLKB,ASN,dll.

4.Penyusunan Daftar penduduk. Pendaftaran penduduk disusun berdasarkan data Adminduk yang telah dimuktahirkan sebagai prelist petugas ke lapangan. Output : Daftar penduduk ( SP2020- DP) per SLS hasil pendataan mandiri.

5. Pemeriksaan Daftar Penduduk. Pemeriksaan daftar penduduk berdasarkan data Adminduk yang telah dimuktahirkan sebagai prelist petugas ke lapangan.

6.Verifikasi lapangan. Petugas bersama ketua / pengurus RT melakukan pengecekan lapangan untuk penduduk baru dan penduduk yang duragukan keberadaannya di RT tersebut oleh ketua/ pengurus RT.

7.Pencacahan Lapangan. Pencacahan penduduk yang tidak terdaftar dalam DP dan yang belum melakukan pemuktahiran data mandiri.

– Petugas melakukan pencacahan penduduk dengan daftar SP2020-C1 secara” door to door” baik dengan menggunakan Computer Assisted Personal Interviewing) CAPI ( Gatget BYOD) maupun Pencil and Paper Interview (PAPI). (MD)