Beranda NTT Pernyataan Menpar RI Tidak Akan Tutup Pulau Komodo Ini Tanggapan Pemprov NTT

Pernyataan Menpar RI Tidak Akan Tutup Pulau Komodo Ini Tanggapan Pemprov NTT

210
0

KUPANG, RANAKA- NEWS.com – Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam pernyataannya bahwa pulau Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, tidak akan ditutup untuk wisatawan dan masyarakat dikawasan ini juga tidak akan dipindahkan.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Jelamu, M.Si mengatakan Pulau Komodo akan tetap ditutup untuk konservasi. Demikian disampaikannya dalam jumpa pers di Ruang Rapat Biro Humas, Selasa (24/9/2019).

Marius Jelamu mengatakan pemerintah Provinsi tetap pada sikapnya untuk melakukan konservasi terhadap pulau komodo dan merelokasi penduduk yang mendiami pulau tersebut.

Konsistensi sikap itu demi terjaganya ekosistim binatang purba komodo dalam jangka waktu panjang bukan hanya kepentingan tourism.

” Memang kewenangan pengelolaan Taman Nasional Komodo ( TNK) ada dipemerintah pusat. Tapi pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat didaerah perlu melakukan evaluasi.

Hasilnya menunjukan adanya perburuan liar, pembakaran kawasan wisata, terancamnya habitat komodo, serta kerusakan lingkungan.

Apalah artinya bicara tentang kewenangan,tapi sistim pengelolaannya tidak berjalan maksimal. Apalagi hasil kajian tim terpadu tidak menyinggung fakta lapangan,” kata Marius.

” Bapa Gubernur dengan tegas menolak rekomendasi Tim Terpadu sebagaimana diumumkan menteri pariwisata,Arief Yahya bahwa pulau komodo tidak ditutup dan penduduk setempat tidak direlokasi. Pulau komodo akan tetap ditutup untuk konservasi,” kata Marius Jelamu.

Lanjutnya soal relokasi penduduk tentunya didahului dengan sejumlah persiapan.Misalkan Rumah, Listrik, Air minum bersih sudah harus disiapkan terlebih dahulu. Selain itu,penduduk pun akan mendapat kepastian lahan berupa sertifikat kepemilikan.

” Mereka akan direlokasi di pulau Rinca.Semua Souvenir terkait komodo,hanya dijual di pulau Rinca, tidak lagi dipulau komodo. Kita berharap semua pihak, pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta semua elemen terkait duduk bersama merumuskan lagi keputusan dan rekomendasi yang baru,” tandas Marius jelamu.

“Pulau Komodo harus dikelola sebagai wisata unggulan berkelas dunia,” tegas Marius.( MD).