Beranda NTT PMKRI Cabang Kupang : Turut Berbelasungkawa Atas Tragedi Penembakan Dua Mahasiswa

PMKRI Cabang Kupang : Turut Berbelasungkawa Atas Tragedi Penembakan Dua Mahasiswa

205
0

KUPANG, RANAKA-NEWS.com-Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang Mengucapkan Berbelasungkawa Atas Peristiwa Penembakan Dua Mahasiswa Universitas Halu Uleo, Sulawesi Tenggara, Selasa, (24/9/2019) lalu.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan, Alexius Easton Ance, kepada ranaka-news.com, jumat, (27/9/2018) mengatakan, atas nama lembaga Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang menyampaikan rasa turut berduka cita atas terjadinya tragedi kemanusiaan yang meregang nyawa Saudara Randi (21) dan Yusuf (19) mahasiswa Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara korban penembakan yang disinyalir dilakukan oleh oknum kepolisian dalam aksi demonstrasi, selasa (24/9/2019) lalu.

“Bagi Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tragedi kemanusiaan ini adalah bukti negara gagal menjamin kebebasan berpendapat dan berserikat yang tertuang dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia pasal 28 dan UU nomor 9 tahun 1998,” Kata Alexius

“Kami sangat menyesal jatuhnya korban nyawa dua orang mahasiswa akibat ulah pihak keamanan yang tidak beradab ini,” 

“Kami menyesal peristiwa tragis 1998 yang meregang banyak nyawa dalam memperjuangkan kebebasan bangsa ini dari kediktatoran harus terjadi kembali di era reformasi. Peristiwa merenggut nyawa ini di era Reformasi, memberanikan saya untuk menjustifikasi hal ini terjadi karena pemerintah di rezim reformasi ini masih memberikan ruang dan kekuasaan bagi antek-antek Orde Baru yang disinyalir terlibat dalam tragedi kemanusiaan 1998 untuk terus berkuasa. Sehingga budaya pendekatan militeristik ini terus diwarisi sampai hari ini,” Ungkap Alexius

“Peristiwa tragis dan sikap pemerintah yang terkesan tidak peduli ini kemudian memunculkan pertanyaan besar bagi kami hari ini, kepada siapa presiden Jokowi berpihak, dan ketika generasi bangsa harus dibantai mau dibawa kemana negara ini, kemudian hari,” Terang Alexius 

“Kami mendesak presiden Jokowi untuk bertanggungjawab atas jatuhnya korban nyawa dalam aksi demonstrasi di Sulawesi Tenggara dengan segera mencopot Wiranto dari jabatannya sebagai menko Polhukam karena peristiwa ini membuktikan kegagalannya dalam melakukan antisipasi terhadap persoalan politik dan keamanan yang menjadi domain wilayah kerjanya,” Ujar Alexius

“Kami juga mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bertanggung jawab, dengan mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara atas terjadinya penembakan terhadap mahasiswa ini yang disinyalir dilakukan oleh pihak kepolisian. Kami meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan ini dan memberikan hukuman sesuai UU yang berlaku” Pungkas Alexius. (Yustinus Darmoyuwono)