Beranda Bisnis Ketua BPD Terlibat Proyek Rutilahu Di Desa Lembur

Ketua BPD Terlibat Proyek Rutilahu Di Desa Lembur

375
0
BORONG, RANAKANEWS.Com- Rafael Neng, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lembur, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur diduga terlibat dalam proyek Pembangunan bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Lembur.

Hal tersebut dikatakan KJ, Warga Desa Lembur kepada Wartawan Minggu 29 September 2019.

“Ada Enam Belas (16) Rumah batuan yang telah dikerjakan dan yang mencetak batu batanya adalah Ketua BPD itu sendiri” Tandas KJ

KJ menambahkan, secara regulasi harusnya BPD paham akan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga independen yang senantiasa mengontrol pembangunan di Desa Lembur

“Saya sendiri bingung. Kok sebagai Ketua BPD dia (Rafael) mengerjakan batako untuk pembuatan rumah di sini. Padahal secara regulasi itu tidak dibenarkan,” terangnya

Sementara itu, Ketua BPD Lembur Rafael Neng ketika dihubungi media Ranakanews.com membenarkan hal tersebut, minggu (29/9/2019)

“Betul pak. Saya mencetak batako untuk 16 rumah dengan anggaran 40 juta. Saya yang pegang proyeknya tetapi saya mempekerjakan orang-orang” tandas Rafael

Ketika ditanyai terkait sumber dana, Rafael mengatakan bahwa Dia ditunjuk untuk mengerjakan batako karena memiliki alat cetak berupa molen.

“Saya ditunjuk untuk kerja batako dan ini yang kedua kalinya. Tahun lalu ada 4000 buah batako untuk bangun SMP yang sekarang gedungnya sudah jadi tapi saya tidak tau sumber dananya dari mana. Kalau yang terbaru saya kerja lagi sebanyak 16.000 batako untuk 16 rumah. Sumber dananya coba konfirmasi bapak Kades,” terang Rafael.

Media ini akhirnya melakukan konfirmasi dengan Kepala Desa Lembur Antonius Jalorong melalui sambungan Telepon. Namun Antonius membantah tudingan tersebut.

“Tidak. Yang benarnya adalah pengadaan bahan. Ada beberapa tokoh yang bermitra untuk pengadaan bahan seperti semen, besi dan batako yang dikerjakan teman BPD ini. Salah asumsi kalau dia yang mengerjakan proyek pembuatan rumah.
Kebetulan teman Ketua ini memiliki alat molen toh akhirnya dia yang kerjakan,” pungkasnya (Yustinus Darmoyuwono)