Beranda Daerah Banyak Masalah Dana Desa, Warga Minta Tipikor Turun ke Desa Sangan Kalo

Banyak Masalah Dana Desa, Warga Minta Tipikor Turun ke Desa Sangan Kalo

469
0
BORONG,RANAKA-NEWS.com-Thomas Jala, Warga Desa Sangan Kalo minta Tipikor untuk turun langsung ke Desa Sangan Kalo di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Dirinya mendesak Tipikor turun ke Desa Sangan Kalo lantaran tidak puas dengan hasil pemeriksaan dari Insepktorat matim terkait pemeriksaan fisik di lapangan.

“Pembangunan di Desa Sangan Kalo banyak yang hancur yang dilakukan oleh Pemerintah Desa selama ini”, kata Thomas pada Selasa,(1/10/2019) di Borong.

Thomas menyebutkan,  Pembangunan yang masih bermasalah hingga saat ini di Desa Sangan Kalo adalah Posyandu Pinggang, Posyandu Watu Dopak, Posyandu Umandawa, MCK, Kloset, Rabat di Raong, Rabat di Dopak, Telford di Kampung Gising, Pembagian Pipa ke beberapa Dusun yang hingga saat ini belum terlaksana

“Sebagai masyarakat, saya tidak percaya dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat,” tegasnya.

Dikatakan Thomas, saya siap bertanggung jawab jika Tipikor turun ke Desa Sangan Kalo. Bila perlu Tipikor bisa ketemu dengan saya nanti.

Dia menambahkan, Selama ini banyak item proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Desa yang tidak memiliki Papan informasi seperti Tender.

“BUMDES Desa hingga saat ini belum berjalan, sementara Anggaran untuk BUMDES sudah ditetapkan,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, Banyak Keputusan dari musyawarah bersama di Desa yang dirombak sepihak oleh Pemerintah Desa.

“Pembelian Kloset yang dilakukan oleh Pemerintah Desa tanpa melalui musyawarah. Dan itu tidak pernah dibicarakan dalam Musrenbangdes,” ujarnya.

Diakuinya, sebagai tokoh masyarakat saya merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan dari Inspektorat. Alasannya, banyak proyek Desa yang tidak tuntas dan kebenaran akan dibuktikan dilapangan.

“Lagi-lagi, saya minta Tipikor untuk turun ke Desa Sangan Kalo. Begitu banyak terjadi penyelewengan Dana Desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa”, tutupnya.(Yustinus Darmoyuwono)