Beranda Daerah Musrenbang Desa Wetana, Masyarakat Partisipatif Membangun Desa

Musrenbang Desa Wetana, Masyarakat Partisipatif Membangun Desa

280
0

WAIKABUBAK, RANAKA-NEWS.com – Pemerintah Desa Wetana, Kecamatan Laboya Barat Sumba Barat, menggelar Musrenbang Desa dengan Aparat Desa dan Tokoh masyarakat, sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 114 tahun 2014, tentang Pedoman Pembangunan Desa. Kegiatan ini berlangsung di kantor Desa Wetana, Selasa (01/10/2019).

Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dibuka oleh Kepala Desa Petrus Uma dan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing dusun dan dihadiri perwakilan dari Kecamatan Laboya barat, Babinsa laboya barat, Kasubsektor polisi laboya barat, Kasie Pem laboya barat, Dinas PMD Sumba Barat, BPD Wetaba, LPM dan Para Kepsek SD, SMP serta Dusun dan RT RW Desa Wetana, Pendamping lokal desa. Hal ini sesuai dengan pantauan awak media di lokasi Musyawarah.

Menurut Petrus Uma, Musrenbang merupakan salah satu rangkaian dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa. RPJM Desa merupakan dokumen perencanaan untuk periode 5 tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umu dan program.

Dengan mengacu pada RPJM Daerah, program SKPD, lintas SKPD, dan program prioritas kewilayahan, disertai dengan rencana kerja. Tahap penyusunan RPJM Desa ini dimulai dari tingkat dusun yaitu musyawarah dusun (musdus), kemudian berlanjut ke lokakarya desa, musrenbang desa, musrenbang kecamatan, dan musrenbang tingkat kabupaten. Di tingkat musyawarah dusun inilah masalah-masalah yang dirasakan masyarakat dipecahkan bersama-sama dengan menggali potensi yang ada. Dalam menggali masalah dan potensi ini digunakan sketsa dusun, diagram kelembagaan, dan kalender musim. Kemudian aspirasi dari musdus ini dibawa ke lokakarya desa. Dalam lokakarya, dilakukan pengelompokkan berdasarkan bidang, yaitu bidang fisik dan prasarana, bidang ekonomi, dan bidang sosial budaya. Barulah dalam musrenbang dilakukan perangkingan berdasarkan beberapa kriteria yang sudah ditentukan.

“Musrenbang itu forum musyawarah dalam memprioritaskan agenda pembangunan Desa Pancana. Situasi demokratis memungkinkan setiap orang untuk bicara dan menyampaikan pendapatnya dalam forum ini”, jelas Petrus

Petrus berharap melalui musrenbang ini sejumlah harapan yang diusulkan menjadi prioritas dan dapat dijawab oleh Pemerintah Daerah Sumba Barat, baik insfrtruktur jalan, listrik, air bersih, penyelesaian perbatasan, Pendidikn, kesehatan, dan perhatian pemda terkait tanah pinggir pantai yang sudah dijual tapi tidak dibangun hotel, dan pariwisata Kampung Adat Garo.

Lebih lanjut Petrus menjelaskan luas wilayah Desa Wetana 17.479.km, dengan jumlah kepala keluarga 710, sehingga layak dimekarkan menjadi Tiga desa.

Selain pemaparan Alokasi Dana Desa Kades juga menyinggung pengelolaan dana desa dalam bentuk Bumdes yang didirikan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Wetana dalam mendorong ekonomi di desa.

Banyak masyarakat yang turut serta dan hadir dalam musrenbang, antusiasme yang tinggi karena mereka ingin tahu bagaimana kelanjutan dari aspirasi mereka yang sudah disampaikan saat musdus. Penyusunan RPJM Desa partisipatif ini perlu, untuk mewujudkan pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat tentunya menghadirkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap program pembangunan di desa dan mendorong masyarakat berperan dalam pembangunan desa.

Dari proses perangkingan mulai terlihatlah bagaimana arah prioritas pembangunan Desa Pancana untuk 5 tahun mendatang. Hasil perangkingan di bidang fisik dan prasarana, yang menjadi prioritas adalah pembangunan jalan yang menghubungkan Dusun dengan Dusun.

Penulis: Melky Hadi

Editor    : Mathildis Din