Beranda Daerah Mgr. Siprianus Hormat di Tahbiskan Menjadi Uskup di Keuskupan Ruteng

Mgr. Siprianus Hormat di Tahbiskan Menjadi Uskup di Keuskupan Ruteng

243
0
RUTENG, RANAKA NEWS.com – Upacara pentahbisan uskup Ruteng di laksanakan pada hari ini, Kamis (19/3/2020) di Gereja Katedral Ruteng, Flores NTT.
Meski di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) yang kian meresahkan warga hingga ke wilayah Flores NTT, namun pada hari ini uskup Ruteng tetap melaksanakan misa pentahbisan sesuai jadwal yang di tetapkan.
Uskup baru keuskupan Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, Pr di tahbiskan oleh ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Kardinal Ignatius Suharyo dan di dampingi para uskup dari berbagai wilayalah keuskupan di Indonesia.
Ada 36 Uskup yang hadir dalam pentahbisan itu yang datang dari berbagai wilayah keuskupan di Indonesia.
Selain ke-36 uskup, juga dihadiri para imam, biarawan/biarawati serta ribuan umat se-keuskupan Ruteng yang memadati gereja katedral.
Usai upacara pentahbisan, Mgr. Siprianus memberikan sambutan singkat.
Dalam sambutannya, Uskup Siprianus mengatakan, “saya selalu coba merefleksikan seluruh karya pelayanan. Dimana dan kemana otoritas ibunda gereja melalui gereja mengutus saya. Dan satu hal yang selalu pasti yang saya hidupi adalah pelayanan itu menjadi berat bila di refleksikan dalam waktu pelayanan,” katanya.
Lanjutnya, memasuki suatu rentanan waktu, melintasi zaman, dan waktu, yang akhirnya kemudian menyejarah setiap insan yang memperlakukan akan terlintas sepanjang perjalanan ini, pasti selalu ada bekasnya melalui narasi-narasi. Dan itulah yang saya alamai.
Saya melewati sebuah rahmat yang diberi melalui bunda gereja untuk mengambil bagian dalam tugas mulia perutusan gereja dan menjadi gembala di keuskupan ini di dalam kasihnya. Saya membawa perjalanan saya hingga waktu yang kemudian percaya pada titik ini. Satu titik dimana, saya mempersembahkan diri untuk menjadi uskup di keuskupan Ruteng yang tercinta ini.
Saya datang ke Ruteng sebagai uskup-uskup terpilih. Persis pada waktu yang sama di mana ada beberapa perayaan besar yang bersejarah di keusupan ini.
Lebih lanjut, Mgr. Siprianus mengatakan, tahun ini di tetapkan sebagai tahun penggembalaan setelah beberapa tahun sebelumnya telah di rayakan tahun diakonia pada tahun 2019, tahun persekutuan tahun 2018.
“Tema-tema pastoral ini di angkat tentu dengan berbagai pertimbangan matang untuk kepentingan perjalanan keuskupan tercinta ini ke depan. Pada tahun yang sama tahun ini, saya di pilih oleh ibunda gereja lewat perantaraan bapa suci Paus Fransiskus untuk menjadi gembala umat di keuskupan Ruteng ini. Pertanyaannya; Apakah ini sebuah kebetulan atau memang menjadi bagian dari perencanaan agung Tuhan untuk keuskupan tercinta ini.
Tentu mempunyai makna iman yang mendalam pada bulan September mendatang, dimana akan di rayakan seratus tahun paroki keuskupan Ruteng. Perayaan iman ini juga bertepatan dengan tahun penggembalaan.
Sekali lagi pertanyaannya muncul; Apa ini secara kebetulan?.
Pasti semuanya dalam kemasan rencana agung Tuhan untuk keuskupan tercinta ini. Gereja katolik Manggarai terbilang sudah bukan usia muda lagi. Saat ini gereja katolik Manggarai genap usia 108 tahun, dan ini berjalan rentanan sejarah panjang dan sekadar merawat ingatan selama 108 tahun. Dan itu ada banyak hal yang menarik untuk kita petik,” ungkap uskup Mgr. Siprianus. (Even Mardivanto)