Beranda Regional Pesan Paus Fransiskus Kepada Uskup Mgr Siprianus Hormat Pr

Pesan Paus Fransiskus Kepada Uskup Mgr Siprianus Hormat Pr

1350
0
RUTENG, RANAKA-NEWS.com – Penahbisan Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, pr  di Katedral Ruteng pada Kamis (19/3/2020). Uskup Siprianus di tahbiskan oleh ketua Koferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Kardinal Ignatius Suharyo yang juga sebagai Uskup Agung Keuskupan Jakarta.
Penahbisan eks sekretaris eksekutif KWI itu sebagai Uskup Ruteng, turut di hadiri para uskup seluruh Indonesia. Ada 36 uskup yang hadir dalam upacara penahbisan Mgr. Siprianus Hormat yang di gelar di gereja katedral itu. Para imam, biarawan/biarawati serta ribuan umat memadati gereja.
“Uskup Sipri ini, kata Kardinal Ignatius, pada waktu dulu sebelum menjadi imam ia adalah seorang dirigen. Waktu mengikuti misa tadi saya membayangkan seperti dirigen paduan suara yang berhasil memadukan suara-suara yang bermacam-macam, penari-penari yang indah ini merupakan suatu hidup, suatu karya yang sangat indah, papar ketua KWI itu.
Dalam kesempatan yang sama Koferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Kardinal Ignatius Suharyo kemudian membacakan pesan bapa suci vatikan Paus Fransiskus Xaverius kepada para uskup, teristimewah uskup Mgr Siprianus yang di tahbiskan pada Kamis (19/3/2020).
Isi pesan bapa suci, Paus Fransiskus untuk uskup Mgr Siprianus Hormat pr.
“Uskup perlu selalu meningkatkan persekutuan perutusan di gereja keuskupannya dengan meneladan cita-cita kominitas kristiani perdana, pun dari umat beriman sehati dan sejiwa. Dengan bertindak demikian ia mengatakan berjalan di depan jemaatnya sambil menunjukan jalan dan menjaga harapan mereka agar tetap berkobar. Pada waktu-waktu lain ia hanya berada di tengah-tengah mereka dengan kehadirannya yang sederhana dpenuh belas kasih.
Namun di saat lain lagi ia harus berjalan di belakang mereka dengan membantu mereka yang tertinggal di belakang, dan terutama mengizinkan kawanan menempuh jalan- jalan baru”, demikian pesan singkat paus Fransiskus yang di bacakan Uskup Agung keuskupan Jakarta itu di hadapan para imam, biarawan/biarawati dan seluruh jemaat gereja yang hadir. (Eventus Mardivanto)