Beranda Berita Kota Cegah Penyebaran Covid 19 di NTT, Ini yang Dilakukan PSMTI Cabang NTT

Cegah Penyebaran Covid 19 di NTT, Ini yang Dilakukan PSMTI Cabang NTT

166
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Peguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT melalui  Tim tanggap darurat Covid-19 PSMTI cabang NTT donasikan Bilik Disinfektan untuk Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang pada Sabtu siang (28/3/2020).
Serah terima bantuan ini dihadiri oleh  pengurus PSMTI NTT seperti Tony Dima, Imanuel Yapi selaku Koordinator Bantuan PSMTI PEDULI NTT, dr. Andreas Hartanto, Sp.OG sebagai tim medis PSMTI PEDULI NTT Lawan Corona Virus, Kris Fulbertus, Sonny Samara dan Inyo Anggrek dan Rudy Rikoni dan beberapa anggota peguyuban lainnya serta Direktur Rumah sakit SK Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Halek.
Ketua Koordinator tim darurat Covid-19 PSMTI NTT, Imanuel Yapi menjelaskan PSMTI Peduli NTT Lawan Covis-19 akan menyerahkan satu unit Bilik Disinfektan, APD serta vitamin-vitamin untuk kepada Rumah sakit SK Lerik.
“Kegiatan hari ini kita mau sumbangkan satu box sanitizer untuk pasien atau orang yang masuk rumah sakit ini di steril,” ucapnya.
Lebih lanjut ditambahkan dr. Andreas Hartanto, Sp.OG (salah satu dokter yang ada dalam PSMTI NTT) bahwa alasan mengapa paguyuban ini ingin berkontribusi mendukung program pemerintah dan tenaga medis di rumah sakit sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.
” Melihat kejadian, eskalasi dan insidensi akibat Covid-19 yang makin tinggi, Kami sangat mendukung program pemerintah dan tenaga medis di rumah sakit sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, oleh karena itu kami ingin memberikan donasi, apa yang bisa kami berikan, bisa berupa APD, kemudian kita juga support vitamin-vitamin, kita juga support untuk box sanitizer supaya setiap pasien yang datang berobat minimal mendapatkan disenfektan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dr. Andre mengatakan kedepan akan juga menyumbangkan alat semprot dan cairan disenfektan ke rumah sakit perbatasan di NTT dan area-area publik.
” Sebagai langkah awal kita donasikan untuk 10 rumah sakit di kota Kupang dan kedepan kita akan kembangkan untuk rumah sakit perbatasan yang ada di NTT. Selain Rumah Sakit, area publik seperti terminal, pelabuhan Tenau juga akan disumbangkan alat semprot dan cairan disinfektan agar setiap mobil dan penumpang bisa disteril,” jelasnya.
Selain bantuan Bilik Disinfektan, APD dan vitamin-vitamin, dr. Andre menjelaskan bahwa PSMTI Peduli NTT Lawan Covid-19 akan lakukan edukasi promotif kepada masyarakat.
“Selain kita berikan bantuan berupa bilik disenfektan, APD dan vitamin-vitamin, kita juga akan lakukan edukasi promotif seperti memberikan edukasi tentang peraturan pemerintah mengenai menjaga jarak dan tidak lakukan kontak fisik, isolasi diri dengan tidak keluar rumah selama waktu yang sudah ditentukan dan mensterilkan diri dengan sering mencuci tangan dan menyemprotkan disinfektan. Hal ini akan kita lakukan dengan memasang spanduk di spot-spot publik, edukasi lewat radio dan sosial media,” tambahnya.
dr. Andreas mengharapkan kepada masyarakat agar jangan panik dan pro-aktif taati peraturan yang dibuat pemerintah dan mengajak pemerintah untuk sama-sama bersinergi melawan wabah Covid-19.
“Kepada masyarakat jangan panik dan jangan mencela pemerintah, tapi mari  menyalakan lilin di tengah kegelapan dengan pro-aktif taati semua aturan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputuska dan kepada pemerintah, kami meminta dukungan penuh dengan bergandeng tangan dan bersinergi dengan semua eleman dan jangan menunggu waktu, karena virus ini bergerak tanpa menunggu waktu kita,” tutup dr. Andreas.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Halek mengaku bersyukur dengan bantuan yang diberikan PSMTI NTT.
“Kita sangat bersyukur dengan bantuan dari PSMTI ini karena memang untuk penanganan ini kita tidak bisa sendiri, harus bahu-membahu antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi hal ini,” ungkapnya.
Senada dengan dr. Andreas, dr. Marsiana menegaskan agar masyarakat tetap berdiam dirumah agar rantai penularan Covid-19 bisa di putus.
“Sangat penting bagi masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah, karena yang paling penting disini adalah memutuskan mata rantai. Jadi ikuti anjuran pemerintah untuk tetap diam dirumah, jangan kemana-mana, jaga sosial distancing, karena kalau rantai penularannya kita putus maka tidak akan menyebar kemana-mana,” tutup dr. Marsiana. (Eddy Amasanan)