Beranda Berita Kota Cegah Covid-19, JAPNAS NTT Melalui JAPNAS Berbakti Serahkan Bilik Disinfektan dan APD...

Cegah Covid-19, JAPNAS NTT Melalui JAPNAS Berbakti Serahkan Bilik Disinfektan dan APD ke Pelabuhan Tenau kupang

126
0
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS)  NTT melalui program JAPNAS Berbakti menyerahkan bantuan berupa Bilik Disinfektan dan Alat Pelindung Diri (APD) ke pelabuhan Tenau Kupang, dalam rangka mencegah penyebaran covid-19, pada Senin (30/3/2020).
Penyerahan donasi ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum JAPNAS NTT Fahmi Abdulah  kepada Manager Operasional PT. Pelindo III Kupang Rahmat Sururi yang didampingi oleh Eko Mardianto (HSSE PT. Pelindo III), Pehi Laupada (HSSE PT. Pelindo III) dan  Agung  Banoet (Kepala SDM PT. Pelindo III).
Hadir dari JAPNAS NTT yakni, ketua panitia penyerahan donasi dr.Andreas Hartanto, Sp.OG,Tony A. Dima, dan beberapa anggota berjumlah belasan orang.
Kepada media, dr. Andreas Hartanto, Sp.OG selaku ketua panitia penyerahan donasi mengatakan apa yang dilakukan JAPNAS adalah upaya mendukung program pemerintah dalam penanggulangan covid-19.
“JAPNAS NTT adalah jaringan pengusaha nasional. Kami adalah pengusaha-pengusaha yang punya hati mendukung program pemerintah dalam melakukan social distancing dan juga untuk penanggulangan covid-19 yang kita tahu bahwa insiden dan eskalasinya makin meningkat,” ungkap Andre.
Lanjut dr. Andre bahwa JAPNAS NTT akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa itu covid-19 dan bagaimana cara pencegahannya melalui spanduk-spanduk.
“Rencananya JAPNAS NTT juga akan mencetak spanduk sebagai bahan edukasi provokatif kepada masyarakat dan akan dipasang di dalam kapal-kapal penumpang yang masuk-keluar pelabuhan, karena ada masyarakat yang tidak tahu apa itu covid-19,” tandasnya.
Diakui Andre bahwa sejauh pengamatannya memang ketersediaan APD pada area publik di kota Kupang masih sangat kurang.
“Tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, saya yakin pemerintah sudah bekerja maksimal dan saat ini dilapangan masih sangat kurang karena itu dari LSM, organisasi-orgnasisasi dan setiap kita untuk bahu-membahu membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19 ini,”jelas Andre.
Lebih lanjut dr. Andre mengharapkan kepada masyarakat agar jangan terlena dengan status NTT yang masih negatif dan jangan terlalu takut.
“Syukur sampai hari ini kita masih negatif di NTT. Tapi kita jangan sampai terlena dan jangan terlalu takut dengan covid-19 ini, untuk itu saya harapkan dari masyarakat dan seluruh pengusaha nasional di NTT semuanya, ayo bahu membahu kita nyalakan lilin bersama di tengah kegelapan untuk bagaimana kita bisa saling membantu untuk menurunkan angka ODP dan memutus rantai penyebarannya,”tutup Andre.
Sementara itu Ketua umum JAPNAS NTT Fahmi Abdullah mengatakan JAPNAS adalah wadah belajar bagi pengusaha untuk meningkatkan sekali bisnis.
“JAPNAS terdiri dari pengusa-pengusaha yang ada di NTT, yang dulunya banyak yang berasal dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). HIPMI kan sampai usia 40 tahun, kalau lewat dari itu bergabung bersama JAPNAS. Jadi intinya JAPNAS itu pengusaha berhimpun disamping sebagai wadah untuk kita belajar, JAPNAS itu niat utamanya sinergi dan kaloborasi  antar pengusaha sehingga lewat JAPNAS kita belajar bagaimana meningkatkan skala bisnis kita,” jelas Fahmi.
Fahmi mengatakan JAPNAS di NTT sendiri baru resmi dilantik satu bulan yang lalu dan langsung dihadapkan dengan pandemi covid-19 ini.
“Jadi begitu kita dilantik langsung ada covid-19, sehingga bersama teman-teman diskusi, karena kita mau buat kegiatan berkumpul saat ini belum diijinkan, akhirnya teman-teman berpikir bahwa cobalah kita berbuat sesuatu. Paling tidak kita ikut berpartisipasi dalam rangka ikut menekan penyebaran covid-19 ini. Jadi disamping ini kita juga akan bagikan di beberapa puskesmas dan rumah sakit. Program ini kita namakan “JAPNAS berbakti,” ungkap Fahmi yang diketahui juga merupakan ketua IARMI NTT.
Kepada masyarakat Fahmi mengharapkan agar bercermin dari negara-negara lain yang parah terdampak covid-19 dan patuh terhadap anjuran pemerintah.
“Saya pikir masyarakat mari kita sama-sama ikuti anjuran pemerintah, saat ini anjuran pemerintah stay at home, saya kira ini anjuran yang bagus supaya menekan penyebaran covid-19 ini. Kalau kita semua keluar rumah  nanti akan mempercepat penyebarannya. Kita harus belajar dari negara-negara lain yang menganggap remeh covid-19 ini dan akhirnya memakan banyak korban,” harap Fahmi.
Fahmi juga berharap kepada pemerintah tetap faigt melawan covid-19 ini dan  membantu masyarakat mengatasi angsuran selama masa stay at home diberlakukan.
“Saya berharap pemerintah juga tetap faigt, harus kita lawan karena ini adalah musibah bersama dan pasti di sisi bisnis terjadi penurunan karena orang-orang kan tidak keluar dari rumah. Kemudian teman-teman yang bergerak ditingkat perdagangan juga mengalami penurunan omset. Jadi kepada pemangku kepentingan di bidang ekonomi paling tidak bisa dibantu dengan apa yang sudah dihimbau presiden Jokowi soal penundaan angsuran dan sebagainya, sehingga kita bisa tetap hidup,” ungkap Fahmi.
Sementara itu, Manager operasioanal PT Pelindo III Rahmat Sururi mewakili management Pelindo mengucapkan terima kasih atas donasi yang diberikan JAPNAS NTT.
“Saya mewakili management Pelindo mengucapkan Terima kasih kepada JAPNAS NTT, saya rasa ini sangat membantu buat kita terutama buat Masyarakat di sekitar pelabuhan karena kita tahu bahwa covid-19 ini bukan lagi isu nasional tapi sudah mendunia jadi apapun akan kita lakukan untuk mencegah penularan yang lebih besar.
Harapan kita dengan bantuan dari JAPNAS ini dapat membantu kita untuk memerangi Covid-19 ini,” ucap Rahmat.
Rahmat menambahkan sebagai langkah pencegahan, pihak Pelabuhan sudah melakukan berbagai upaya.
“Selama ini di Pelabuhan sudah memakai Termo Gun untuk penumpang berangkat dan Termo Scan untuk penumpang masuk terutama dari Wilayah Red Zone mengingat jumlah penumpang yang sangat banyak. Kemudian di ruang tunggu pun kursinya kita atur supaya tetap berjarak sesuai anjuran,” tutup Rahman. (Edi Amasanan)