Beranda Daerah Cegah Covid-19, Warga Desa Susulaku B Gelar Ritual Adat

Cegah Covid-19, Warga Desa Susulaku B Gelar Ritual Adat

319
0
TTU, RANAKA-NEWS.com – Warga Desa Susulaku B, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar Ritual Adat “Tapoin Maputu Nok Malala” untuk mengusir wabah Coronavirus atau Covid-19 berlangsung di Sungai Benenain, Minggu (5/4/2020).
Kegiatan ritual adat “Tapoin Maputu Nok Malala” ini menghadirkan para tokoh adat dan seluruh masyarakat Desa Susulaku B khususnya masyarakat Bokis.
Kepala Desa Susulaku B, Laurentius Sabnani mengatakan bahwa ritual ini dimaksudkan untuk meminta perlindungan kepada Alam dan Leluhur wilayah Ainan.
“Ritual ini bertujuan untuk memberitahukan kepada Alam dan leluhur wilayah Ainan yang sebagai benteng dan pagar daerah ini untuk tidak tertularnya Covid-19,” ucap Laurentius.
Ia menambahkan bahwa ritual ini adalah salah satu ritual yang dipercaya bisa menghindarkan daerah ini dari wabah Covid-19
“Ritual ini sebagai salah satu kegiatan yang sudah dipercaya dapat menghindarkan daerah dalam hal ini Desa Susulaku B dari wabah Covid-19,” tambah Sabnani.
Mewakili tokoh adat Desa Susulaku B, Petrus Suni mengatakan bahwa ritual ini sudah diwariskan secara turun-temurun dari leluhur yang terdahulu sampai sekarang.
“Ritual ini sudah diwariskan secara turun temurun dari leluhur yang terdahulu hingga sekarang masih dijalankan untuk menjaga dan melindungi Bokis dari segala macam ancaman baik penyakit maupun musibah apa saja yang melanda Bokis,” ungkap Petrus.
Sementara itu, Valentinus Sanan mewakili kaum muda Desa Susulaku B, mengatakan bahwa ritual ini sangat penting terutama untuk kaum muda sebagai generasi Ainan wajib menyaksikan, agar nanti bisa tahu dan mengerti tentang adat istiadat.
“Kita sebagai orang muda tidak hanya mengemban pendidikan namun kita juga harus mengetahui adat yang sifatnya secara turun temurun dan tidak tertulis agar kelak kita sebagai pengganti dapat mengerti dan melanjutkan tradisi adat istiadat ini,” ucap pria yang akrab disapa Valentinus itu.
Dalam ritual ini, tokoh adat dan masyarakat setempat membawa senjata perang berupa bambu runcing dan senjata lainnya sebagai lambang untuk mengusir penjajah, yang jika disinkronkan dengan kondisi hari ini digunakan untuk mengusir wabah Covid-19. (Nufrianus Naisusu)