Beranda Berita Kota Masyarakat Wolatang Menolak SKB Alor Digunakan Untuk Karantina ODP

Masyarakat Wolatang Menolak SKB Alor Digunakan Untuk Karantina ODP

308
0
Gedung SKB Kabupaten Alor NTT
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com– Melihat situasi dan perkembangan pandemi Coronavirus (Covid-19) yang semakin mendunia, aktivitas di beberapa daerah hampir lumpuh total hingga korban berjatuhan, seperti halnya di Kabupaten Alor dengan imbauan dari Bupati Alor untuk sementara waktu mengikuti surat edaran dari pemerintah pusat untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, (serba online) walaupun belum ada positif Covid-19.
Menanggapi hal itu opini yang beredar di media sosial Facebook (Alor Group Fans) bahwa pemerintah ingin menjadikan salah satu tempat di SKB (Kampung Wolatang) untuk dijadikan tempat karantina bagi masyarakat yang status Orang Dalam Pemantauan (ODP) bagi mereka yang baru datang dari wilayah zona merah (terjangkit positif Covid-19).
Menyikapi hal itu begitu banyak netizen yang pro dan kontra terhadap rencana tempat untuk karantina tersebut diantaranya akun @M Mobain Kurduka, yang pertama melakukan protes dengan memuat postingan di Facebook (Alor Group Fans) “Kita Kelurahan Kabola khusunya warga Wolatang, menanggapi isu tentang karantina terduga penyakit Covid-19, yang akan dilaksanakan di Alor (kampung Wolatang). Maka dari itu kami warga Wolatang ‘mohon dengan hormat’ segera dihentikan. Kami warga Wolatang menolak. Kalau sampai Pemerintah menyetujui agar tetap SKB Alor sebagia tempat karantina pasien Covid-19, maka akan ada keributan besar-besaran”.
Lanjut, melalui wawancara via telepon Ia mengatakan bahwa belum ada sosialisasi dari pihak pemerintah (BNPB & Dinas Kesehatan) sebelum mereka turun survei lokasi untuk dijadikan tempat karantina ODP. Salah satu bentuk protes karena lokasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sangat dekat dengan pemukiman masyarakat yang mayoritas mata pencaharian melaut (Nelayan) akan terganggu, tuturnya.
“Ini pemerintah belum sosialisasi na Dinas BNPB dengan Dinas Kesehatan turun survei lokasi ini kan buat kita masyarakat punya psikologi langsung terganggung memang”.

Perlu diketahui Gubernur NTT pada 31 Maret 2020 (AFB TV Kupang) mengatakan bahwa status ODP adalah orang yang baru datang dari luar daerah (zona merah) Covid-19, Satgas memeriksa jika tidak ada gejala maka menyarankan agar isolasi mandiri.

Penulis: Markus Kari
Editor: Mathildis Din