Beranda Daerah Karena Takut Covid-19, Satu Unit Kios di Colol Matim Tak Layani Pembeli...

Karena Takut Covid-19, Satu Unit Kios di Colol Matim Tak Layani Pembeli Yang Baru Pulang Merantau

182
0
BORONG, RANAKA-NEWS.com-Sesuai imbauan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setiap warga masyarakat yang baru pulang dari daerah terpapar Covid-19, seperti daerah Sulawesi, Jawa, Kalimantan dan dari luar Negeri dikategorikan sebagai Orang Dalam Pantuan (ODP), untuk dipantau kesehatanya dan tidak boleh melakukan aktivitas diluar rumah, (self isolation) selama 14 hari kedatangannya.
Salah satu Warga masyarakat yang enggan disebutkan namanya dari Desa Colol, Dusun Golo Terong Tobo, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Manggarai Timur, yang baru pulang dari Kota Surabaya Jawa Timur, Jumat (3/4/2020), telah mengikuti arahan pemerintah untuk mengikuti masa karantina selama 14 hari untuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).
“Terhitung sejak tanggal 3 April sampai saat ini sedang menjalankan masa karantina,” ujarnya saat dihubungi wartawan Ranaka-News.com, Senin (6/4/2020).
Selama masa karantina kata dia, banyak sekali hal yang janggal terkait pengetahuan masyarakat tentang istilah-istilah dalam Coroavirus Disease (Covid-19), masyarkat mengkalaim bahwa yang baru pulang merantau itu pembawa virus.
Lanjutnya, kemarin lusa dirinya Pergi ke Kios untuk membeli beberapa makanan instan, sampai di tempat, pemilik Kios menolak kedatangannya, dengan dalil pembeli pembawa virus.
“Kami satu keluarga dijauhin oleh semua masyarakat maupun tetangga, seolah-olah kami sudah terjangkit Coronavirus,” ungkap wanita itu.
Lebih jauh ia menjelaskan, sejak dari Kota Surabaya Jatim selalu dipantau terus, hingga di pelabuhan sebelum di chack in penumpang wajib di periksa dan cek kondisi tubuhnya oleh petugas sebagai bentuk antisipatif penanganan Covid-19.
“Hingga tiba di Pelabuhan tujuan Labuan Bajo, Semua penumpang diperiksa kembali, saya pribadi waktu aman-aman saja, berati saya bukan pembawa virus corona,” ungkapnya.
Lanjutnya, sebagai masyarakat, tentunya aperesiasi langkah dari pemerintah terkait penanganan wabah Covid-19.
“Saran kami, coba berikan pengetahuan sedikit kepada semua masyarakat Tentang materi Virus Corona, biar tidak gagal dalam menilai, seolah-olah kami yang pulang merantau itu diindentikan dengan hantu atau penyebar virus,” tegasnya.
Harapannya perlu disosialisasikan kembali, cara mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan.
Penulis : Iren Leleng
Editor :Mathildis Din