Beranda Berita Kota Dampingi Para OJOL, Yefta Sooai,SE Mendatangi Beberapa Kantor Leasing di Kota Kupang

Dampingi Para OJOL, Yefta Sooai,SE Mendatangi Beberapa Kantor Leasing di Kota Kupang

114
0

KUPANG, RANAKA-NEWS.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Yefta MP Sooai,SE dampingi para Ojek Online (OJOL) mendatangi beberapa kantor leasing di Kota Kupang pada Kamis (09/4/2020).

Setidaknya ada 4 leasing yang didatangi Yefta Sooai dan para OJOL yakni Mandiri Finance, BCA Finance, Indo Mobil Finance, dan FIFGroup.

Kepada media Yefta mengatakan  tujuan mendatangi kantor-kantor Leasing ini adalah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam hal ini para Ojek online (OJOL) terkait kendala angsuran akibat adanya instruksi stay at home sekaligus mengecek kebijakan-kebijakan yang ada pada leasing terkait situasi wabah COVID-19 saat ini.

“Tujuan saya mendatangi kantor leasing adalah tentu sebagai wakil rakyat, saya berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat dalam hal ini pengeluhan ribuan ojek online dengan angsuran yang harus terus dibayar saat tidak ada penghasilan akibat instruksi stay at home, sekaligus mengecek kebijakan-kebijakan leasing terkait keringan konsumen di Kota Kupang,” ungkap Yefta.

Yefta menjelaskan bahwa hasil dari pertemuan dengan kantor leasing hari ini adalah secara garis besar  beberapa leasing kebijakannya sudah sama, sekalipun masih ada yang berbeda.

“Secara garis besar, sesuai temuan kita tadi beberapa leasing kebijakannya sudah sama dengan yang lainnya namun ada juga yang tidak. Kita berharap bahwa setelah semua leasing ini bisa kita temui dengan berbagai kebijakan dari masing-masing leasing, akan kita bawa ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa mensortir atau memverifikasi leasing mana saja yang tidak sesuai dengan POJK yang sudah OJK keluarkan,” jelas Sekertaris Komisi I DPRD Kota Kupang itu.

Lebih lanjut Yefta menambahkan ada dua leasing yang kebijakannya memang berbeda dengan beberapa leasing yang lain.

“Sehingga saya memberi masukan kepada leasing-leasing yang berbeda kebijakan itu, yang dirasakan oleh masyarakat atau OJOL itu sedikit memberatkan mereka supaya kalau bisa hasil dari keluhan ini bisa mereka sampaikan ke perusahaan pusat. Jadi mereka bisa mengetahui bahwa kemampuan bayar  angsuran kredit dari para OJOL  ini tidak ada, karena memang dirumahkan. Supaya mereka jangan memaksakan lagi untuk harus bayar bunga dan sebagainya,” tambah Politisi Partai Solidaritas Indonesia itu.

Jefta juga menyayangkan  kebijakan dari beberapa leasing memang sudah ada keringanan tapi belum maksimal jika dibandingkan dengan pendapatan para OJOL.

“Ada keringanan tapi menurut saya belum maksimal, karena bagaimana mungkin mereka (OJOL) tetap diminta membayar angsuran sedangkan mereka tidak bekerja. Padahal mereka ini bekerja dengan penghasilan harian, sekian lama tidak bekerja dan selalu berada dirumah  terus bagaimana mereka bisa mengumpulkan uang untuk membayar walaupun hanya sekedar bunga. Ini hasil keluhan dari mereka dan memang kenyataan dilapangan demikian, kalaupun mereka bekerja siapa yang dilayani, karena masyarakat kan semua dirumah,” ungkap Yefta.

Yefta berharap ada kesamaan kebijakan yang tidak memberatkan para Ojek Online.

“Harapan kita bahwa ada kebijakan yang sama, yang sekiranya tidak benar-benar memberatkan para Ojek Online ini sampai dengan dicabutnya social distancing,” tutup Yefta.

Sementara itu PT. Federal International Finance (FIF)  salah satu leasing yang berhasil ditemui, melalui Branch Managernya, Frans Budi mengatakan di FIF sendiri telah diterapkan kebijakan untuk meringankan nasabah.

“Secara nasional di FiFGroup yang diterapkan adalah perpanjangan masa tenor dan penurunan suku bunga. Artinya dengan angsuran yang lebih ringan, yang kita tawarkan ke konsumen adalah perpanjangan masa tenor dengan masa panjang 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan sampai dengan satu tahun,” jelas Frans.

Lebih lanjut ia menambahkan hingga saat ini sudah ada ratusan nasabah yang mengajukan relaksasi atau keringanan angsuran.

“Sampai saat ini sudah banyak konsumen yang mengajukan relaksasi, sampai saat ini sudah sampai 100 lebih orang. Jadi intinya memang FIF ini memberikan keringanan, membantu masyarakat, bahkan untuk nasabah yang sebelum wabah covid-19 ini sudah macet dalam angsuran pun apabila terkena dampak covid-19 ini tetap kita layani untuk relaksasi,” jelas Frans.

Frans menambahkan bahwa untuk saat ini kebijakan seperti Itu yang sementara  disosialisasikan karena persepsi masyarakat pada umunya itu sesuai pidato presiden.

“Karena satu tahun panjang tanpa bayar itu resikonya cukup berat bagi kami karena tidak ada income yang masuk untuk kami, sementara biaya operasional berjalan normal, utang bank atau mungkin kewajiban-kewajiban pihak lain tetap berjalan,” tutup Frans.

Kunjungan ke beberapa leasing yang lain akan dilakukan Senin mendatang guna mendapatkan kesamaan kebijakan dari masing-masing leasing sebelum menemui Otoritas Jasa Keuangan. (Eddy Amasanan)