Beranda COVID-19 Pembatalan Keberangkatan KM USMINI, Begini Reaksi Mahasiswa Makassar

Pembatalan Keberangkatan KM USMINI, Begini Reaksi Mahasiswa Makassar

210
0
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Ditengah wabah Coronavirus (Covid-19) yang mencekam ini, sebagian masyarakat khususnya mahasiswa dilema dan ingin kemana ‘berharap’ lagi kalau bukan berharap kepada pemerintah sesuai amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ‘Melindungi Segenap Bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia’, yang merupakan hukum dasar tertulis.
Melihat situasi akhir-akhir ini para perantau yang ingin kembali ke kampung halaman nya (NTT) dianggap sebagian masyarakat bahwa mereka datang dengan membawa Coronavirus, ada lagi yang beranggapan bahwa tidak mentaati himbauan pemerintah tentang Social Distancing, isolasi mandiri dan lain-lain, hingga akhirnya berujung desakan sampai pemerintah (Kabupaten) daerah masing-masing memberlakukan surat ke PT PELNI (Persero) Indonesia untuk menunda keberangkatan kapal. Lantas bagaimana dengan sebagian masyarakat (mahasiswa) yang sudah membelikan tiket dan ingin berlibur ke kampung halamannya?.
Pihak PELNI Cabang Makassar, Dayat salah satu petugas pengurusan tiket saat di wawancarai wartawan Ranaka-News.com pada Kamis (9/4/2020) membenarkan pembatalan keberangkatan KM UMSINI dari pelabuhan Soekarno Hatta Makassar tujuan pelabuhan Lorens Say Maumere, Larantuka dan Lewoleba dibatalkan melalui surat larangan dari pemerintah daerah setempat.
Untuk calon penumpang yang sudah membelikan tiket dan menerima sms dari kantor PELNI akan dikembalikan uangnya 100%.
“Ia benar kapal yang dari makassar tujuan Maumere, Larantuka dan Lewoleba kita tunda karena ada surat larangan bersandar dari pemerintah setempat, uang tiket calon penumpang akan kami kembalikan 100%,” tuturnya.
Abdul Gamal salah satu calon penumpang KM UMSINI saat dihubungi wartawan media ini via WhatsApp mengatakan penuntupan jalur akses pelabuhan laut Maumere, Larantuka dan Lewoleba yang sudah berlaku dua minggu kemarin dan di perpanjang kembali mulai tanggal 8 Maret 2020.

“Saya sebagai warga Lembata dan juga salah satu penumpang KM UMSINI yang rencananya mau pulang ke kampung halaman terpaksa harus kembalikan tiket yang kedua kalinya, untuk itu harapan saya bahwa pemerintah daerah seharusnya memperhatikan warga yang berada di daerah perantauan,” harap Abdul Gamal.
Menanggapi hal ini Ranaka-News.com mencoba menghubungi Pemprov NTT, Karo Humas dan Protokol Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak Marius A. Jelamu, namun belum tersambung.
Perlu diketahui bahwa pembatalan/penundaan kapal juga diberlakukan ke beberapa daerah lainnya. (Markus Kari)