Beranda COVID-19 ALMASI-NTT Minta Pemprov Mencabut Surat Larangan Bersandar PT PELNI dan GM PT...

ALMASI-NTT Minta Pemprov Mencabut Surat Larangan Bersandar PT PELNI dan GM PT ASDP Indonesia Ferry di NTT

296
0
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Menanggapi pembatalan tiket oleh PT PELNI (Persero) Indonesia tujuan Maumere, Larantuka, dan Lewoleba dengan adanya surat larangan bersandar oleh Pemerintah Kabupaten setempat sehingga jalur transportasi laut (penumpang) dialihkan rutenya yang mengakibatkan masyarakat (mahasiswa) yang sebelumnya telah membelikan tiket terpaksa pasrah dan tak bisa lagi banyak berharap.
Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (ALMASI-NTT) Makassar, mengadakan diskusi 12–14 April 2020, membahas beberapa persoalan diantaranya terkait surat larangan bersandar yang ditujukan ke PT PELNI (Persero) Indonesia, langkah Pemerintah Provinsi (NTT) dalam menghadapi wabah Covid-19, surat Dishub NTT ditujukan ke GM PT ASDP Indonesia Ferry dan juga perhatian Pemerintah Daerah terhadap warganya yang di perantauan (Makassar).
Mewakili masyarakat (mahasiswa) NTT, Koordinator (ALMASI-NTT) Makassar, Markus Kari kepada Ranaka-News.com menuturkan dalam diskusi ini kami ingin sampaikan bahwa tentunya kita semua harus prihatin akan wabah musibah dunia ini.
Tapi ada yang jauh lebih penting dari semuanya ini adalah kita jangan pernah kehilangan harapan, harapan nyata bahwa wabah Covid-19 ini tidak akan pernah bisa menang melawan umat manusia, kita tinggal hanya terus menunggu waktu sambil membantu sesama dan terus mengikuti himbauan dan peraturan pemerintah.
Mahasiswa jurusan Matematika STKIP-YPUP Makassar yang akrab disapa Bung Macho ini mengatakan terkait penolakan bersandar kapal Pelni oleh beberapa Kabupaten, menunjukkan ketidaksiapan SDM di kabupaten-kabupaten tersebut khususnya SDM dalam penanganan kasus Covid-19 ini.
Karena tidak bisa kita pungkiri bahwa; yang pertama masalah perhubungan adalah kewenangan pemerintah pusat dan saya percaya pemerintah pusat jauh punya strategi demi keselamatan bangsa dan negara dari semua aspek. Yang kedua kita juga tidak bisa menolak saudara-saudari kita yang terpaksa diliburkan atau mendapatkan dampak ekonomi yang terpaksa harus pulang kampung.
Kalau Pemerintah Daerah tidak memperhatikan dan mempersiapkan seluruh protap penanganan keluar masuknya orang dari wilayahnya, maka Pemerintah Daerah juga harus mampu membantu membiayai hidup masyarakat (mahasiswa) asli dari wilayahnya yang terjebak kesulitan hidup di tanah rantau.
“Kami turut prihatin dengan wabah Covid-19 ini dan beberapa kawan-kawan telah mengambil inisiatif dengan membantu warga masyarakat sekitarnya baik melalui informasi-informasi yang beredar yang mengakibatkan kepanikan dan juga membuat gerakan peduli dengan membagikan masker, disini sebagian mahasiswa yang mengeluh dengan pekerjaan karena diliburkan dan kurang mendapatkan pemasukan untuk kebutuhan pokok dan lain-lai.
Sehingga beberapa saudara-saudari terpaksa mengambil keputusan untuk kembali ke kampungnya dengan alasan bahwa sudah menyelesaikan studi dan ada yang keperluan mendesak lainnya namun dianggap sebagian masyarakat di kampung bahwa kami pulang membawa Coronavirus. Sehingga kami berharap pemerintah baik provinsi maupun kabupaten bisa memperhatikan,” tuturnya.
Adapun pernyataan sikap dari Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (ALMASI-NTT)-Makassar.

1. Penutupan akses Bandara dan Pelabuhan adalah Instruksi Pusat.
2. Mendesak Pemprov NTT (Dishub) agar mencabut surat Operasional Pelabuhan Penyeberangan ke GM PT ASDP Indonesia Ferry (Dishub. 550/552.3/248/IV/2020).
3. Mendesak Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Sikka agar membuka kembali akses Pelabuhan.
4. Mendesak Pemerintah Provinsi NTT agar segera tangani masyarakat NTT yang berada di rantauan dengan membantu untuk pulang ke daerahnya masing-masing
5. Jika poin ke Satu (1) sampai ke Empat (4) tidak dapat dipenuhi maka, kami ALMASI NTT-Makassar meminta kebijakan jaminan kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat yang berada di perantauan.
Perlu diketahui, anggota mahasiswa yang tergabung dalam ALMASI NTT-Makassar terdiri dari mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari berbagai kabupaten/kota se-NTT yang melanjutkan pendidikan di Kota Makassar dan juga bisa dikatakan putra-putri terbaik masa depan Bangsa dan Negara khususnya NTT itu sendiri. (MK)