Beranda Berita Kota Sambut Hari Kartini 2020 Ditengah Mewabahnya Coronavirus

Sambut Hari Kartini 2020 Ditengah Mewabahnya Coronavirus

258
0
Anggota DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, S.Pd.
KUPANG,RANAKA-NEWS.com- Menyambut Hari Kartini 2020, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, S.Pd mengajak seluruh Perempuan bergotong royong saling membantu ditengah mewabahnya Coronavirus (Covid-19). Demikian disampaikannya pada Sabtu (18/4/2020).
Walde mengatakan selain kondisi kesehatan masyarakat, perekenomian dan  masalah sosial, wabah covid-19 sangat berdampak pada perempuan dan anak.
“Ditengah mewabahnya covid-19 selain memberikan dampak terhadap penurunan kondisi kesehatan masyarakat, kemudian terganggunya seluruh roda perekonomian, meningkatnya masalah sosial ditengah masyarakat, saya juga melihat dari sisi lain yang sangat berdampak serius yakni pada kelompok perempuan dan anak,” ungkap Walde.
Kata dia, ditengah anjuran untuk stay at home, social distancing, physical distancing, belajar di rumah dan berdoa di rumah, maka kelompok yang paling rentan terhadap dampak krisis ini adalah perempuan. Karena dalam keseharian perempuan memiliki peran ganda, sebagai perempuan yang berkarir dan juga sebagai perempuan yang mengelola urusan rumah tangga secara full.
Karena ditengah anjuran untuk stay at home semua itu membebani perempuan, dimana satu sisi harus mengambil peran sebagai guru, kemudian perannya mengasuh anak atau keluarga lain dalam rumah tangga sambil mengerjakan urusan domestik, urusan produksi yang membutuhkan pengelolaan keuangan ditengah menurunnya pendapatan atau hilangnya pekerjaan dan sebagainya.
Walde menambahkan kondisi-kondisi yang  dimaksudkan diatas tentu menyebabkan perempuan akan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik itu kekerasan secara psikis maupun kekerasan secara finansial. Kondisi dimaksud juga menyebabkan perempuan menjadi rentan terhadap penularan Coronavirus (Covid-19).
“Dengan tingginya beban pekerjaan dalam rumah dengan berbagai peran yang ada, maka bisa jadi imunitas tubuh dari perempuan itu menurun atau tidak stabil. Kemudian perempuan selalu keluar rumah untuk belanja memungkinkan perempuan dapat melakukan kontak dengan orang lain; pedagang dan lain sebagainya, ini juga membuat perempuan sangat rentan terhadap penyebaran covid-19,” tambah Walde.
Lanjutnya, dalam rangka hari Kartini yang akan dirayakan sebentar lagi ditengah mewabahnya covid-19, Walde mengimbau beberapa hal :
Pertama, harus ada gotong royong dalam rumah tangga bersama suami, istri dan anak untuk berbagi peran menyelesaikan urusan domestik dalam rumah.
Kedua, butuh kehadiran pemerintah untuk keluarga-keluarga yang kehilangan pekerjaan, baik itu mereka yang bekerja di sektor formal maupun yang di sektor informal; buruh harian yang pendapatannya bergantung pada pekerjaan harian yang dilakukan, kemudian pekerja serabutan dan juga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terancam gulung tikar, untuk menghindari kekerasan dalam rumah tangga, karena beban ekonomi keluarga secara psikis sangat dialami oleh perempuan.
Ketiga, lembaga-lembaga yang bergerak di bidang hukum dan perlindungan terhadap perempuan agar terus membuka layanan secara online agar perempuan-perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, bisa sedapat mungkin melakukan pengaduan dan bisa dicarikan solusi yang terbaik.
Keempat, kepada kelompok perempuan yang saat ini pada posisi memiliki kemampuan yang kuat secara finansial, mari kita bergotong royong membantu  sesama perempuan yang lemah ditengah mewabahnya covid-19. Ini membangkitkan empati dan kepedulian sosial kita kepada sesama perempuan dan kesempatan untuk mewujudkan pelayanan terhadap ibu Pertiwi. Saya yakin dan percaya jika kita bergotong royong, kita bersama-sama kita mampu melawan kesulitan-kesulitan selama mewabahnya covid-19,” pungkas Ketua Fraksi Partai  Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.(EA/MD)