Beranda Daerah Warga NTT Tertahan di Sape NTB Menjerit Kepada Siapa Kami Berharap

Warga NTT Tertahan di Sape NTB Menjerit Kepada Siapa Kami Berharap

319
0
Ratusan Warga NTT yang tertahan di Sape, NTB
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Ratusan warga masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tertahan di Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluh akibat dari tidak adanya solusi terbaik dari Pemerintah Provinsi NTT agar mereka bisa menyeberang sampai ke Labuan Bajo dengan menggunakan transportasi laut padahal sudah melakukan perjalanan terlebih dahulu dari Bali dan ada juga yang dari Mataram menuju Labuan Bajo namun tertahan di Kecamatan Sape.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengeluarkan kebijakan dengan surat Operasional Pelabuhan Penyeberangan ke GM PT ASDP Indonesia Ferry (Dishub. 550/552.3/248/IV/2020 dan penutupan beberapa pelabuhan di beberapa daerah), namun Gubernur Viktor B. Laiskodat mengatakan (Zona Line News) bahwa sudah meminta kepada Gubernur NTB agar yang mau masuk wilayah NTT adalah warga NTT itu sendiri.
Muhamad Ahyar saat dihubungi Ranaka-News.com via telepon mengatakan bahwa ratusan warga masyarakat NTT yang tertahan di Kecamatan Sape karena belum ada kebijakan membuka layanan transportasi laut agar kami bisa melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo padahal sudah tertahan disini kurang lebih Empat (4) hari.
Lanjut Muhammad Ahyar yang juga mahasiswa Jurusan Sosiologi STKIP BIMA ini mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pihak pemerintah Provinsi NTT maupun Kabupaten Manggarai Barat  yang memperhatikan kami dan kami juga mendengar bahwa Gubernur Viktor B. Laiskodat mengatakan yang boleh masuk ke NTT adalah warga masyarakat NTT itu sendiri.
“Iya abang kami disini sudah tidak ada uang makan dan minum bahkan kami harus berpencar untuk mencari makanan dan minuman agar bisa bertahan disini dan kami disini juga tidak ada keluarga padahal kami berharap sekali kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten agar bisa perhatikan kami.
Harapannya semoga pemerintah provinsi mencari solusi secepatnya dengan segera membuka akses kapal penumpang dan kalau memang belum bisa maka setidaknya perhatikan kami dengan membantu menyalurkan kebutuhan pokok seperti makanan, minuman dan lain-lain,” tutupnya.
Sampai saat ini sebagian masyarakat NTT memilih berpencar untuk mencari makanan dan minuman agar bisa bertahan di Pelabuhan Sape Nusa Tenggara Barat. (Markus Kari)