Beranda Berita Kota Masyarakat NTT Tertahan di Sape NTB, Ini Tanggapan Bupati Mabar

Masyarakat NTT Tertahan di Sape NTB, Ini Tanggapan Bupati Mabar

259
0
Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula.
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Tertahannya masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), di pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat NTB) mengakibatkan warga masyarakat NTT kehabisan biaya untuk membelikan makanan dan minuman serta berharap banyak kepada Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Menanggapi hal ini Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch. Dula saat dihubungi Ranaka-News.com, via WhatsApp, Minggu (19/4/2020) malam, Bupati mengatakan sebenarnya tidak terjadi persoalan seperti ini bila Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimengerti oleh seluruh warga Negara Indonesia termasuk para penumpang atau pemudik.
“Bagi saya dan para bupati di Flores terutama Manggarai dan Manggarai Timur urusan penumpang ini sudah menjadi dilematis, apalagi budaya Kole Beo Kuni Agu Kalo (Pulang kampung kembali kedaerah asal),” ungkap Bupati Gusty.
Lanjutnya, kalau itu adalah urusan prinsip tetapi berhadapan dengan persoalan wabah Covid-19 yang tidak bisa diterima apalagi potensi Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Manggarai Barat ini adalah mereka yang datang dari zona merah. Sehingga pencegahan Coronavirus (Covid-19) ini tidak lain caranya adalah larangan penumpang turun di Labuan Bajo.
Tentu strateginya ialah agar antar ASDP lakukan koordinasi untuk tidak boleh menjual tiket bagi yang turun di Labuan Bajo. Tetapi koordinasi tidak bisa dijalankan karena Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak mengindahkan keluhan atau persoalan yang dihadapi oleh NTT,” tambahnya.
Bupati Manggarai Barat Dua periode (2010-2020) ini berharap, bagi masyarakat NTT yang masih tertahan di pelabuhan Sape, agar menunggu kebijakan baru dari pemerintah Provinsi NTT baru boleh menumpang Kapal Ferry yang penting persyaratan harus ada rekomendasi hasil Rapid Test di Sape dengan tidak bergejala baru diberikan tiketnya.
Sedangkan yang bergejala ditahan dan dikarantina dulu di Sape. supaya mereka di Sape deteksi dulu Covid-19nya yang negatif datang ke Labuan Bajo,” pungkas Bupati Dula. (MD)