Beranda COVID-19 Dana Desa Solusi Tepat Atasi Dampak Covid-19

Dana Desa Solusi Tepat Atasi Dampak Covid-19

256
0
Gebhardus Arispusjoyo Kedang
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Untuk memotong mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Pemerintah dari Pusat sampai ke Daerah bergerak cepat dengan membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam menghadapi pandemik ini termasuk pemerintah Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Sebelumnya Pemerintah Desa Petuntawa melalui rapat terbatas Kamis, 1 April 2020. Membahas anggaran dana desa sekaligus membentuk posko sebesar 37 juta dan dinaikan di RAB menjadi 75 juta, namun belum tersentuh oleh warga masyarakat setempat secara maksimal.
Menanggapi hal itu Gebhardus Arispusjoyo Kedang kepada Ranaka-News.com mengatakan bahwa sebelumnya Kepala Desa bersama Badan Pengawas Desa (BPD) sudah melakukan Musyawarah Desa (Musdes) dengan beberapa kesepakatan seperti pendirian posko untuk relawan, pengadaan APD, Masker, media cuci tangan dan lain sebagainya.
“Awalnya itu disepakati anggaran desa untuk penanganan Covid-19 sebesar 35 juta namun karena melihat kondisi darurat yang di perpanjang sehingga akhirnya kepala desa dan BPD sepakat menaikan anggaran hingga 75 juta namun belum ada aksi yang dilakukan oleh pemerintah desa sehingga yang jadi pertanyaan mau dikemanakan anggaran itu?,” ungkap Gebhardus.
Lanjut Gebhardus Arispusjoyo Kedang yang akrab di sapa Arhi, menurut informasi yang di dapat bahwa anggaran dana desa sudah pengadaan disinfektan, alat penyemprotan sudah ada di lokasi, media cuci tangan dan masker yang masih dalam proses pengiriman sehingga kemungkinan besar masyarakat menunggu terlalu lama maka dengan inisiatif dan kesadaran masyarakat sehingga sebagian masyarakat mengubah jergen menjadi tempat cuci tangan.
Mahasiswa Jurusan PPKN FKIP UPRI Makassar ini, lanjutnya hingga hari ini terkait dengan situasi yang terjadi saat ini apa yang menjadi himbauan dari pemerintah yaitu tetap bertahan di tempat masing-masing dalam hal ini diharapkan agar jangan dulu melakukan mudik (pulang kampung).
Namun Gebhardus juga meminta agar pemerintah daerah khususnya pemerintah Desa Petuntawa lebih progresif dalam menghadapi pandemik ini, serta memperhatikan mahasiswa yang ada di luar wilayah Lembata.
“Kami mahasiswa Petuntawa memohon agar pemerintah desa memperhatikan kami juga, mahasiswa Petuntawa yang ada di seluruh kota yang sekarang terpapar Coronavirus,” harap Gebhardus.
Kepala Desa Petuntawa, Wilhelmus Tulada Langoday
Kepala Desa Petuntawa, Wilhelmus Tulada Langoday saat dihubungi Ranaka-News.com via telpon menanggapi terkait dengan keluhan masyarakat (Mahasiswa) mengatakan bahwa ada beberapa pengadaan yang dilakukan antara lain masker, alat penyemprotan, disinfektan dan juga media cuci tangan.
Konsep yang dilaksanakan salah satunya media cuci tangan yang dipantau langsung ke rumah-rumah namun beberapa warga belum mempunyai media cuci tangan.
“Saya sudah perintahkan bersama-sama dengan tim untuk pantau langsung ke rumah-rumah warga namun sebagian masyarakat ada yang belum punya media cuci tangan,” jelasnya.
Lanjutnya untuk sementara sebagian masyarakat berswadaya dengan membuat jergen dan ember untuk dijadikan media cuci tangan karena stok di Lewoleba sampai hari ini masih kosong, namun dari hasil pantauan sebagian masyarakat yang mengkritisi kinerja. Namun itulah kenyataan yang harus diterima sebagai pemerintah (pemimpin).
Lebih lanjut Wilhelmus mengungkapkan bahwa sudah melakukan diskusi dengan BPD, bidan desa dan perawat untuk penyemprotan disinfektan karena ada desakan agar segera melakukan penyemprotan yang sampai hari ini masih menunggu masker yang masih dalam proses pengiriman sehingga bisa dilakukan pada hari Jumat, 24 April 2020.
“Kemarin malam saya sudah ketemu dengan Ketua BPD dan kita tidak bisa pastikan bahwa sampai kapan berakhirnya Covid-19, serta saya sudah suruh operator tolong cek adek-adek mahasiswa kira-kira berapa supaya kita siapkan langkah-langkah seperti apa yang harus kita ambil,” terangnya.
Terkait dengan Mahasiswa perantau, pemerintah Desa Petuntawa mengimbaukan untuk Mahasiswa yang ada di perantau agar jangan dulu mudik (pulang kampung) dalam kondisi seperti ini sesuai dengan himbauan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sehingga sudah berkoordinasi dengan BPD dan Staf Desa untuk menghadapi pandemik Covid-19 dengan serius.
“Saya sebagai pemerintah mengharapkan kepada mahasiswa dan masyarakat secara umum agar kita selalu menjaga mekanisme dan protokol kesehatan serta himbauan dari pemerintah,” tutupnya. (Markus Kari)