Beranda Daerah Pemasangan Instalasi Meteran Listrik Bantuan di Desa Pong La’o Diduga Tumpang Tindih

Pemasangan Instalasi Meteran Listrik Bantuan di Desa Pong La’o Diduga Tumpang Tindih

213
0
RUTENG,RANAKA-NEWS.com- Bantuan meteran gratis bagi warga desa Pong La’o, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai diduga tumpang tindih dan menyalahi prosedur. Hal ini disampaikan oleh Ano Judu, Warga Desa Pong La’o pada Senin (20/4/2020).
Ano Judu mengatakan bantuan meteran gratis di Desa Pong La’o sarat kepentingan dan terkesan tumpang tindih karna tidak sesuai dengan regulasi PLN yang sebenarnya. Bahkan, pemasangan meteran itu tidak tepat sasaran karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pjs ambil keputusan sepihak bersama pihak ketiga tanpa libatkan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa. RAB proyek ini juga tidak dipublikasikan ke masyarakat. Tidak hanya itu, saya sudah tanya ke beberapa sasaran, mereka merasa berat karena harus menyiapkan lagi uang senilai Rp.100.000, katanya untuk uang ganti pulsa meteran,” ungkap Ano.
Ia menambahkan proyek bantuan meteran gratis di desa Pong La’o menelan dana senilai Rp.111.000.000 untuk 32 rumah sasaran itu tidak transparan.
“Bantuan ini bersumber dari dana desa tahun 2020. Dalam proses pengerjaanya, tidak ada papan informasi yang dipasang,” tambah Ano.
Sementara itu, BPD Desa Pong La’o, Jhon Joko membenarkan jika sasaran penerima bantuan meteran di desa itu tumpang tindih dan salah prosedur.
“Saya selaku ketua BPD merasa bingung, pada tanggal 31 Maret 2020 kemarin kami melakukan penetapan APBDes, dalam prosesnya tiba-tiba disodorkan nama sebagai sasaran penerima meteran gratis yang bersumber dari dana desa,” ucapnya.
Ia melanjutkan ada nama yang sudah menerima bantuan berupa rumah pada tahun sebelumnya tapi pada tahun 2020 mendapat lagi bantuan meteran.
“Dari nama-nama sasaran bantuan tersebut, ada beberapa nama yang pada tahun sebelumnya sudah menerima bantuan dari desa berupa rumah dan lainnya, sementara masih ada warga lain yang sangat membutuhkan itu tidak masuk dalam daftar penerima. Saya juga keberatan,” tambah Jhon.
Menurut dia, sebelum penetapan APBDes akhir Maret lalu, meteran itu sudah dipasang ke setiap rumah sasaran, sementara dana desa belum dicairkan.
“Uang untuk pengadaan bahan itu dari mana. Meteran dipasang sebelum penetapan APBDes. Saya sudah berulangkali ingatkan supaya dalam penggunaan anggaran dana desa harus transparan, tetapi tidak digubris,” bebernya.
Hal yang sama diungkapkan oleh seorang tim pekerja sebelumnya yang enggan disebutkan namanya sabagai tenaga kerja PLN 2019 lalu kepada media ini mengatakan ada kejanggalan pemasangan listrik kali ini.
“Pak Saya heran sekali dengan tim pekerja baru sebagai mitra kerja desa Pong La’o 2020 ini, karena sebelumnya saya pernah mengerjakan atau memasang meteran bantuan di desa Pong La’o ini. Pemasanganya ada tiga titik lampu, namun kenapa yang dikerjakan oleh PT.Badarsa Karya Elektronik ini hanya memasang Dua (2) titik lampu saja dan itupun masih ada yang belum lengkap bagian-bagian lainya,” ujarnya.
Ia berharap Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Manggarai dan PLN Pusat Ruteng segera turun langsung mengecek progres proyek itu dan segera mengevaluasi kinerja kerja dari PT. Badarsa Karya Elektronik.
Sementara Pjs Kepala Desa Pong La’o, Damasius Herom ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa semua yang dikatakan masyarakat itu adalah tidak benar.
“Saya heran juga pak, kenapa selama jabatan kepala desa sebelumnya tidak pernah mereka koreksi seperti ini, kemudian terkait sasaran bantuan semuanya tepat sasaran kok,” ungkapnya.
Stef Maru mewakili Pihak PT. Badarsa Karya Elektronik cabang ruteng ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku kaget karena pemasangan instalasi listrik hanya di dua titik.
“Saya juga kaget pak, memang sebenarnya pemasangan instalasi meteran itu ada tiga (3) titik namun saya tidak tau tim yang kerja di lapangan hanya dua saja, oleh karena itu dalam hal ini saya akan berusaha untuk meminta kepada tim pekerja saya, agar kemudian segera ditambahkan titik lampunya yang kurang dan pada intinya pak kami siap untuk perbaiki,” jelas Stef. (Yhono Hande)