Beranda Berita Kota Perpanjang Masa Belajar di Rumah, Okto Naitboho: Ini Tujuannya

Perpanjang Masa Belajar di Rumah, Okto Naitboho: Ini Tujuannya

191
0
Kabid Dikdas Kota Kupang, Okto Naitboho
KUPANG, RANAKA-NEWS.com – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Kupang mengacu kepada kebijakan Nasional terkait dengan perpanjangan masa darurat dari penyebaran Covid-19. Sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang tetap pada surat edaran Nomor 4 Tahun 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia tentang masa perpanjangan belajar di rumah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kota Kupang, Okto Naitboho saat ditemui di ruang kerjanya Senin (20/4/2020) mengatakan, Hal ini dilakukan untuk bisa menyatukan perspektif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dengan pimpinan satuan pendidikan baik dalam jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun penyelenggara program kesetaraan paket A, B, dan C dalam kerangka model atau metode pembelajaran di rumah pada masa wabah Coronavirus (Covid-19).
Tujuannya agar kepala sekolah harus memastikan guru-gurunya di rumah memantau siswanya dari rumah agar model pembelajaran berbasis sekolah bergeser ke model pembelajaran berbasis di rumah dengan notabene media komunikasi menjadi persyaratan utama.
Terkait hal itu model pembelajaran harus di desain oleh guru, apakah online ataukah offline. Teknisnya seperti apa, harus tetap pada protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus dengan mengeluarkan surat dengan beberapa penegasan; Yang pertama kepala sekolah memastikan gurunya tetap memberikan penugasan supaya proses belajar mengajar di rumah juga berjalan walaupun tidak seoptimal yang diharapkan.
Kedua, kepala sekolah melalui guru juga memberikan himbauan kepada orang tua atau wali siswa juga memastikan tugas yang diberikan secara online maupun offline dapat dikerjakan walaupun tidak seratus persen dikerjakan sehingga model atau metode pembelajaran minimal diatas lima puluh persen dapat berjalan dengan baik.
Ketiga, kepala sekolah mesti harus mengantisipasi jadwal libur masuk sesuai surat edaran tanggal (30 Mei 2020) yang sesuai kalender akademik bahwa mendekati pembagian rapor namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang telah mengeluarkan petunjuk teknis pengolahan nilai baik untuk kepentingan kenaikan kelas maupun kepentingan kelulusan agar dijadikan sekolah sebagai ajuan penilaian bagi siswa.
Kemudian rapat dewan guru dapat berjalan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang juga mengeluarkan edaran seperti rapat dapat dilakukan tetapi harus mengikuti protokol kesehatan (duduk harus jaga jarak, menggunakan masker, dan lain-lain).
“Untuk pembagian rapor tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang diberikan, kami juga tegaskan agar sekolah juga harus menyesuaikan misalkan jumlah orang tua yang mengambil rapor, tarolah sekitar seratus  orang jadi aturlah secara gelombang seperti gelombang pertama. Tarulah jam sekian sampe jam sekian, gelombang kedua jam sekian sampe jam sekian dan seterusnya yang terpenting agar tetap berjalan sekolah harus mengikuti protokol kesehatan,” tegas Okto.
Lanjutnya, memang kondisi ini juga sangat mengagetkan semua dalam ketidaksiapan kita untuk pembelajaran online dengan keterbatasan fasilitas dengan tidak semua siswa memiliki HP android
Sekarang didesain secara nasional untuk pembelajaran bertelevisi, tapi sebetulnya itu berpikir di Jakarta aman tapi yang jadi sulitnya berpikir dari tempat terpencil,” ujar Kabid Dikdas Kota Kupang itu.
Ia mengatakan tujuan utamanya adalah supaya kepala sekolah dan guru memiliki arah satu persepsi dengan dinas dalam mengelola model pembelajaran online dan offline pada masa pandemi Coronavirus dan juga mengelola nilai yang ada untuk menghasilkan kepentingan kenaikan kelas dan juga kepentingan hasil akhir kelulusan siswa.
“Jadi tujuan utama surat edaran tetap kita tunduk kepada keputusan nasional untuk mengikuti masa belajar di rumah, tetapi tetap kami menyiasati supaya pembelajaran di rumah walaupun sedikit tetapi tetap berproses,” harapnya.
Terkait dengan beberapa siswa yang belum mempunyai HP Android. Ada guru SD maupun SMP yang mengeluh bahwa ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan soal dengan sepenuhnya dan ada juga tidak terjadinya interaksi antara guru dan siswa ketika ada siswa yang kesulitan.
“Orang tua tidak mungkin memainkan peran karena orang tua tidak terdidik untuk menjadi guru. Mungkin dia tidak tahu juga saya latar guru tapi saya guru bidang apa yang saya alami, misal saya guru matematika masa saya mau mengajar Bahasa Inggris?,” tambah Okto.
Selanjutnya, Okto mengharapkan agar tetap efektif masa belajar di rumah minimal harus ada upaya, penilaian juga oleh dinas diarahkan tidak mengejar target kurikulum tetapi apa adanya, walaupun dalam masa krisis waktu.
“Walaupun dalam masa krisis waktu sehingga pelaksanaan dalam pembelajaran menjadi tidak optimal, tetapi harapan kita adalah bahwa walaupun sedikit yang berproses tetapi tetap berjalan ketimbang sama sekali tidak berjalan, segala sesuatu akan menjadi sempurna harus berproses sambil berbenah dan tetap optimis,” tutup Okto. (MD)