Beranda COVID-19 Relawan PERSMA Covid-19 Terbentuk, Ini Tujuan dan Harapannya

Relawan PERSMA Covid-19 Terbentuk, Ini Tujuan dan Harapannya

224
0
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Situasi dan kondisi yang sangat memprihatinkan selama pandemik Covid-19 yang mengakibatkan para pekerja libur bahkan hingga kehilangan pekerjaan begitu juga dialami oleh mahasiswa-mahasiswi yang kuliah sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya.
Begitu juga yang dihadapi warga masyarakat (mahasiswa) Alor yang di rantauan khususnya kota Makassar dan sekitarnya yang sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang sampai saat ini beberapa keluhan diantaranya kebutuhan pokok (makan/minum), biaya kos-kosan, biaya voucher (kuliah online) hingga kebutuhan lainnya.
Beberapa mahasiswa Alor baik yang tergabung dalam wadah Persatuan Mahasiswa Alor (PERSMA) NTT-Makassar ataupun yang belum tergabung berinisiatif untuk membentuk Relawan PERSMA Covid-19.
Koordinator Relawan PERSMA Covid-19, Rahim Lehidonu kepada Ranaka-News.com mengatakan tujuan dibentuknya Relawan PERSMA Covid-19 ini untuk membuka donasi bagi kalangan masyarakat dan pemerintah yang ingin menyumbangkan sedikit bantuannya untuk korban Corona Virus Disease-19 (Covid-19).
“Iya setelah lama kami berpikir apakah ada bantuan dari pemerintah namun belum ada sehingga kami berinisiatif membentuk relawan Persma Covid-19 untuk menggalang bantuan ke korban Covid-19,” ungkapnya.
Lanjutnya yang akrab di sapa Jaiz, Pemerintah Kabupaten Alor juga mempunyai keharusan dalam pengupayaan seperti pencegahan dengan mengimbaukan kepada masyarakat agar selalu mengikuti protokol kesehatan dan himbauan dari pemerintah setempat.
“Semoga ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Alor kepada kami mahasiswa Alor, masyarakat secara umum karena itu merupakan keharusan,” harapnya.
Diwaktu yang sama salah satu anggota Relawan PERSMA Covid-19, Markus Kari mengatakan bahwa sudah kurang lebih dua bulan sejak ditetapkan status darurat Corona Virus Disease-19 (Covid-19) ini dan kami selalu mengikut himbauan pemerintah dengan sosial distancing, physical distancing, serta mengikuti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Iya kami selalu mengikuti himbauan dari pemerintah Kota Makassar untuk sosial distancing, physical distancing, dan PSBB,” ujar Markus.
Macho sapaan akrab lanjutnya bahwa sebagian mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Kota Makassar ini kebanyakan kuliah sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya sehari-sehari maupun bulanan, seperti makan dan minum, biaya kos-kosan, biaya administrasi kuliah, voucher dan lain-lain.
“Kami berharap kepada Pemerintah Provinsi NTT, DPRD Kota/Kabupaten, simpatisan yang bisa memberikan bantuan bisa hubungi kami untuk dapat disalurkan kepada korban dampak Covid-19,” tutupnya.
Perlu diketahui bahwa kurang lebih seratus (100) mahasiswa-mahasiswi Alor yang melanjutkan pendidikan di Kota Makassar. (MK)