Beranda COVID-19 Kades Minta Nomor Rekening Mahasiswa di Grup FB, Ini Tanggapan Mahasiswa FKIP...

Kades Minta Nomor Rekening Mahasiswa di Grup FB, Ini Tanggapan Mahasiswa FKIP UPRI

142
0
LEMBATA,RANAKA-NEWS.com- Tindakan Kepala Desa Petuntawa meminta nomor rekening mahasiswa di salah grup Facebook ‘Forum Bicara Kampung Petuntawa’ agar mendapat bantuan dari pemerintah desa pada tanggal 24 April lalu menuai respon kritikan dari mahasiswa FKIP UPRI pada Selasa (28/4/2020).
Menanggapi hal itu, Gebhardus Arispusjoyo Kedang mahasiswa FKIP UPRI kepada media ini mengatakan sangat miris dengan postingan kepala desa Petuntawa.
Masih ada cara lain yang bisa diambil oleh pemerintah desa Petuntawa dalam memberikan bantuan kepada mahasiswa seperti halnya membangun komunikasi dengan mahasiswa di daerah yang terkena dampak Coronavirus Disense (Covid-19) atau zona merah.
“Saya secara pribadi sangat kecewa dan menangis melihat postingan dari kepala desa, padahal masih ada kebijakan lain yang bisa diambil dalam menyalurkan bantuan supaya diakhir nanti bisa dipertanggungjawabkan contohnya membangun komunikasi dengan mahasiswa yang bisa dipercaya untuk menjadi penyambung mahasiswa lainnya,”ungkapnya.
Lebih lanjut Arhi panggilan akrabnya, mempertanyakan soal langkah atau regulasi yang diambil oleh pemerintah desa Petuntawa melalui rapat bersama dengan badan pengawas desa (BPD), walaupun sudah disepakati bersama namun sangat menyayangkan regulasi dalam memberikan bantuan kepada mahasiswa walaupun itu sebagai kebijakan dari pemerintah desa.
“Mungkin karena kami selalu meminta kebijakan pemerintah desa untuk memberikan bantuan baik lewat media pers, fb, dll itu bukan karena kami hanya meminta-minta saja tapi itu merupakan hak kami sehingga kami berharap agar ada regulasi/langkah lain dalam memberikan bantuan,” tuturnya.
Untuk membenarkan informasi yang beredar di media sosial (grup fb), Ranaka-News.com mencoba menghubungi Kepala Desa Petuntawa, Wilhelmus Tulada Langoday namun belum ditanggapi sehingga langsung menghubungi Ketua Badan Pengawas Desa (BPD) Petuntawa untuk membenarkan informasi tersebut.
Ketua Badan Pengawas Desa (BPD) Petuntawa, Yosef Arakian mengatakan bahwa pembahasan terkait situasi Coronavirus Disense (covid-19) yang mengakibatkan ada larangan dari pemerintah Kabupaten Lembata untuk mengimbau kepada warga masyarakat (mahasiswa) untuk jangan dulu pulang kampung, sehingga kami menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain mengupayakan untuk mahasiswa dipulangkan, langkah seperti apa untuk mahasiswa yang di zona merah dapat terbantu.
“Jadi untuk informasi itu mungkin dari kepala desa sendiri karena tidak ada dalam kesepakatan dalam rapat untuk meminta nomor rekening adik-adik mahasiswa yang di zona merah seperti makassar, malang, kupang, dll,” ungkapnya.
Untuk diketahui mahasiswa Petuntawa yang melanjutkan pendidikan di kota Makasar sebanyak enam (6) orang yang mengeyam pendidikan di bangku perkuliahan dan tersebar di beberapa kampus di kota makassar. (Markus Kari)