Beranda Berita Kota Harga Emas Naik di Tengah Pandemi Corona, Pegadaian Syariah Kupang: “Keringanan dan...

Harga Emas Naik di Tengah Pandemi Corona, Pegadaian Syariah Kupang: “Keringanan dan Kompensasi Rendah”

299
0
Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Kupang, Sarifatom R. sukadi, S.Sos.
KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Mewabahnya Coronavirus (Covid-19) selain memberikan dampak terhadap penurunan kondisi kesehatan masyarakat, perekonomian dan masalah sosial, juga melihat dari sisi lain yang sangat berdampak untuk penyimpanan emas mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Peningkatan yang cukup signifikan ini dialami kredit Pegadaian Syariah Kupang yang menggadai rata-rata nasabah ekonomi lemah karena dampak penghasilan pendapatan. Sehingga pihak perusahaan melalui manajemen memberikan suatu kebijakan kompensasi terhadap kredit  kepada nasabah yang kemungkinan terdampak Coronavirus (Covid-19) mengalami kesulitan mengangsur. Hal ini disampaikan oleh pemimpin cabang Pegadaian Syariah Kupang, Sarifatom R. Sukadi, S.Sos diruang kerjanya, Selasa (28/4/2020) siang.
Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Kupang, Sarifatom R. Sukadi mengatakan untuk nasabah yang ingin mengajukan kompensasi bisa melalui web secara online ‘[email protected] atau bisa juga offline dengan langsung ke outlite dengan mengisi formulir.
“Untuk kompensasi kreditan ada tiga antaralain : keringanan, kompensasi rendah, dan penundaan angsuran, maksimal selama tiga bulan,” Jelasnya.
Lanjutnya, untuk kebijakan gadai yang kreditnya sudah seratus lima (105) hari yang ingin memperpanjang akan mendapatkan keringanan penurunan jumlahnya atau dana simpan.
“Kalau biasanya B,C itu 0,73 persen per sepuluh (10) hari itu, kini turun menjadi 0,65 persen per 10 hari, khusus untuk mereka yang sudah seratus (105) hari,” ungkap Sarifatom.
Lebih lanjut, kredit menggadai biasanya di pilah-pilah usaha seperti apa yang dibuka oleh nasabah sehingga bisa diperhatikan sesuai dengan dampak Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) antara lain usaha bengkel, salon karena dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga bisa jadi mengakibatkan kerugian yang sangat merosot.
“Memang biasanya kami pilah-pilah seperti usaha salon, bengkel, Loundry, rental, yang otomatis tidak dibutuhkan. Sehingga pendapatan yang tidak ada itu, yang kita berlakukan kebijakan.
Namun ada beberapa segmen yang dipilah-pilah dari sekian nasabah yang mendapatkan kredit dari pegadaian sekitar 45 persen yang tergerus dampak Covid-19 tetapi sampai saat ini sebagian nasabah masih aktif secara lancar.
Untuk tingkat harganya mengalami kenaikan dua kali lipat di bulan April ini karena salah satu faktor yang mempengaruhi terkait dengan banyaknya yang menabung emas,” jelas Sarifatom.
Lanjutnya, untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pada umumnya kebanyakan masyarakat menyimpan emas seperti yang terlihat pada nasabah-nasabah di pegadaian syariah sendiri, yang selalu mempunyai kelebihan membeli emas dalam bentuk perhiasan.
“Untuk NTT selama ini warga masyarakat kebanyakan menyimpan emas, seperti yang saya lihat nasabah-nasabah di pegadaian syariah sendiri dan sangat menguntungkan sekali bagi mereka yang menyimpan emas di situasi saat ini,” ujar Sarifatom.
Ia menambahkan, menghadapi kondisi PSBB pencegahan pandemik dan dampaknya bagi masyarakat agar tetap ikuti himbauan Pemerintah, selalu menjaga kebersihan, menjaga jarak, hindari kerumunan, mengingat kondisi dan situasi seperti ini belum mengetahui sampai kapan wabah Covid-19 berakhir.
“Sebenarnya garda terdepan itu adalah masyarakat itu sendiri bukan para medis, para medis itu adalah benteng terakhir sebenarnya. Sehingga saya berharap masyarakat menyadari himbauan atau aturan yang ditentukan pemerintah dan kita berdoa semoga wabah ini cepat berlalu,” harapnya. (MD)