Beranda Daerah PERMAPU Minta Pemerintah Perhatikan Air Bersih Masyarakat Babulu

PERMAPU Minta Pemerintah Perhatikan Air Bersih Masyarakat Babulu

93
0
Antrian masyarakat di sumber air.
BETUN, RANAKA-NEWS.com – Air merupakan sumber kehidupan manusia, sebelum pandemi Covid-19 ini melanda Dunia termasuk Nusa Tenggara Timur. Namun jauh sebelum itu ada masalah yang lebih berat yaitu masalah air bersih. Terjadi di salah satu Desa di Kecamatan Kobalima dengan kekurangan air bersih berkepanjangan.
Melalui Perhimpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Uarau (PERMAPU), Very Manek meminta kepada pihak Pemerintah Desa Babulu agar perhatikan masyarakat pada situasi krisisnya air bersih yang di alami masyarakat Babulu.
“Kami berharap kepada Pemerintah Desa agar bisa gunakan mobil tangki milik Kecamatan. Mobil ini bisa menjadi solusi untuk menjawab keluhan masyarakat Babulu yang selama ini dihadapkan dengan situasi krisis air bersih,” ungkap Very Manek, yang juga salah satu pemuda Desa Babulu, Rabu (29/4/2020).
Pantauan media di lokasi, Rabu (29/4/2020) pagi, jarak dari desa Babulu menuju mata air, sangat jauh kurang lebih 3 Km.
Disituasi seperti sekarang, air bersih sangat susah untuk didapatkan, jepretan kamera wartawan tampaknya antrian masyarakat cukup banyak dengan jerigen masing-masing.
Salah seorang warga yang enggan di sebutkan namanya, kepada Ranaka-News.com mengatakan untuk mendapat air bersih masyarakat harus mengantri dari pagi, bahkan harus antri sampai berjam-jam untuk mendapatkan air bersih.
“Saya dan masyarakat disini kalau pagi harus antri untuk mendapat air bersih. Ada yang sudah mengantri bahkan dari pagi buta.
Lanjutnya, kami masyarakat Babulu sangat berharap pemerintah desa bisa mengatasi krisis air bersih yang berkepanjangan ini.
“Kepada pemerintah agar dilihat kondisi kami ini. Kalau seperti ini, Kami masyarakat menderita bukan dikarenakan Covid-19 melainkan krisis air bersih,” ungkapnya.
“Kami masyarakat Babulu sangat membutuhkan air. Kami kalau mendatangkan air bersih ini, kami harus merogo kantong untuk membayar ojek, untuk bisa mendatangkan air bersih. Biasanya ini kalau 10 jerigen kami bayar Rp10.000,00,” tandasnya.
Kami masyarakat mengharap uluran tangan dari pemerintah untuk mengatasi kekurangan air bersih di Desa Babulu.
“Tengki Kecamatan Kobalima juga tidak pernah beroperasi di Desa Babulu, mohon pemerintah dengan uluran tangannya untuk bisa mengatasi kekurangan air di desa kami,” harapnya.
Sebelum berita ini dinaikkan, Penjabat Desa Babulu, Paskalius Bento belum memberi konfirmasi kepada wartawan mengenai solusi kekurangan air bersih di Desa Babulu. (Jho Kapitan/MD)