Beranda COVID-19 Makassar Berlakukan PSBB, Mahasiswa Lembata Berharap Perhatian Bupati Lembata

Makassar Berlakukan PSBB, Mahasiswa Lembata Berharap Perhatian Bupati Lembata

254
0
MAKASSAR, RANAKA-NEWS.com – Sejak penetapan bencana nasional Corona Virus Disease (Covid-19) oleh pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional maka tidak lain juga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Lembata juga bergerak cepat dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Merujuk pada status kedaruratan tersebut maka Pemerintah Kabupaten Lembata berhasil merelokasi anggaran sebesar Rp12,5 miliar walupun masih kurang Rp500 juta sesuai instruksi dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp13 miliar.
Melihat dari anggaran sebesar itu Fransiskus Mahasiswa ATMA JAYA Makassar asal Lembata kepada Ranaka-News.com, Jumat (1/5/2020) mengatakan bahwa dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar sangat sulit bagi kami mahasiswa Lembata di Makassar untuk menyambung hidup sebagaimana biasanya.
Lanjut Fransiskus yang akrab disapa Anchis, sejak ditetapkan kondisi darurat nasional hingga sampai saat ini belum ada kebijakan dari pemerintah Kabupaten Lembata terkait dengan nasib mahasiswa yang bertahan di zona merah atau jangan pulang dulu sesuai dengan himbauan pemerintah setempat maupun pemerintah daerah Kabupaten Lembata.
“Semoga Bupati, Wakil Bupati dan Dinas terkait bisa dapat memperhatikan kami yang masih setia bertahan di zona merah ini dengan sedikit memberikan bantuan berupa makan, minum agar kami bisa menyambung hidup sebagaimana mestinya,” harapnya.
Hal senada disampaikan Junaidi Wasang mahasiswa STIE-YPUP Makassar mengungkapkan rasa berterima kepada pemerintah Kabupaten Lembata terkait respon kepada mahasiswa yang berada di luar wilayah Lembata atau zona merah dengan meminta kepada setiap kepala desa agar mendata mahasiswa yang berada di zona merah untuk disalurkan bantuan.
“Kami berterima kasih terhadap respon Bupati Lembata terhadap nasib kami mahasiswa-mahasiswi yang berada di zona merah dikarenakan keadaan kami yang cukup memprihatinkan ini, kami berharap pemerintah lebih serius menanggapi ini dan semoga bisa segera direalisasikan,” ungkapnya.
Lanjut Khan mahasiswa Jurusan Manajemen itu juga berpesan kepada teman-teman yang masih bertahan di luar wilayah Lembata atau zona merah karena tidak adanya transportasi laut maupun udara yang membuat sedikit dilema untuk pulang ke kampung.
“Saya berpesan untuk semua teman-teman mahasiswa yang berada di zona merah untuk tetap waspada dan bertahan sampai situasi aman,” tutupnya.
Sebelumnya pemerintah kabupaten melalui Bupati Eliaser Yentji Sunur sudah meminta kepada para kades untuk segera mendata mahasiswa Lembata yang sedang kuliah di wilayah zona merah atau yang masih bertahan akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) seperti di Jawa, Sulawesi dan lain-lain untuk dibantu karena terkena dampak langsung dari Covid-19.
Perlu diketahui untuk mahasiswa Lembata dari beberapa kecamatan yang melanjutkan pendidikan perguruan tinggi yang tersebar di beberapa kampus se-Kota Makassar hingga Sabtu (2/5/2020) sesuai data yang diterima Ranaka-News.com sementara sebanyak 218 Mahasiswa yang masih bertahan di Kota Makassar akibat larangan atau himbauan Pemerintah untuk tidak melakukan perjalanan pulang kampung. (Markus Kari)